Tampilkan postingan dengan label Share From Members. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Share From Members. Tampilkan semua postingan

09/01/17

Merendahkan Diri Seperti Kristus

Filipi 1 : 1 - 11
Setelah merenungkan Firman Tuhan ini saya belajar :
- di dalam Kristus ada nasihat, penghiburan kasih, persekutuan Roh, kasih mesra dan belas kasihan
- saya harus sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan dengan teman-teman yang ada di dalam team pelayanan
- saya harus rendah hati dan menganggap yang lain lebih utama dari diri saya sendiri
- di dalam kebersamaan kita, saya harus menaruh pikiran dan perasaan seperti yang ada di dalam Kristus Yesus
- semua pernyataan saya, pendapat saya, pikiran saya ataupun sikap saya bukanlah sesuatu yang harus saya pertahankan

Firman Tuhan di atas banyak mengingatkan saya bahwa ketika kita melayani orang-orang maka kita harus melayani dengan kasih Tuhan, dengan mata rohani dan bukan dengan apa yang kelihatan. Ketika ada yang keberatan dengan cara saya, kata-kata saya ataupun sikap saya, saya harus menerima semua itu dengan kasih karena saya percaya kasih menutupi banyak dosa. Saya tidak bisa bertahan dengan pendapat saya, kebenaran saya, kemauan saya ataupun ego saya. 

05/07/16

Kepedulian dari yang Maha Kuasa


Haloo teman2 semua.. met pagi.. met libur panjang.. Pagi ini Firman Tuhan yg saya baca dan renungkan di kitab Kejadian 15 : 12-20 tentang perjanjian Allah dgn Abram. Apa yg saya dapat adalah bahwa Tuhan membawa perjalanan hidup Abram sesuai kehendakNya dan tujuan akhirnya adalah untuk kemenangan Abram menerima kekekalan dari Tuhan. Perjalanan bersama Tuhan adalah belajar ketaatan untuk selalu mempercayai akan kebaikan rancanganNya dlm hidup kita.

Pagi ini saya kembali diingatkan untuk melepaskan apa yg masih saya pegang untuk diserahkan kpd Tuhan dan belajar untuk tdk mengambilnya kembali. Saya masih pakai cara saya, iya saya sdh lepaskan tetapi sewaktu waktu saya masih mau ambil lagi apa yg sdh saya dilepaskan. seperti hanya menitipkan saja kpd Tuhan, kalo tdk dipake saya titipkan kalo perlu ya saya ambil lagi.

17/06/16

Matius 8 : 14 - 17

Pagi teman semuanya... saat teduh pagi ini di Build membahas kitab injil Matius 8 : 14-17 tentang kuasa Yesus menyembuhkan sakit penyakit dan mengusir setan yang sudah di firmankan oleh nabi Yesaya pada jaman perjanjian lama. Yesus adalah Mesias yang menggenapi nubuatan itu dan juga sudah memberikan kuasa kepada setiap kita supaya kitapun bisa mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari. 

Masalahnya kadang kita sudah berdoa, sudah hidup dalam kebenaran dan percaya penuh tetapi belum juga ada hasil. Sakit masih tetap sakit, masalah tetap ada dan sepertinya tidak ada perubahan yang berarti. Disitu tipu muslihat iblis mulai mendakwa kita, bahwa kita berdosa, kita tidak layak, kuasa tidak ada dalam kita, Tuhan tidak menjawab doa kita dst sehingga kita menjadi kendor dan mulai menjauh dari Tuhan.

Pagi ini saya diingatkan bahwa apa sih keinginanmu untuk datang kepada Yesus? kesembuhan? hidup di berkati? pemulihan? bebas dari masalah hidup? Apa yang memotivasi saya untuk mengasihi Yesus? Ya saya akui saya mengasihi Yesus karena mau hidup diberkati, disembuhkan sakit penyakit saya, dipulihkan keadaan keluarga saya, ... saya, .... saya dst dst dst yang tanpa saya sadari fokus untuk mengasihi Yesus karena untuk saya, saya, saya dan sayaaaa... membuat saya lupa bahwa Yesus tidak pernah memandang lagi dosa saya, kekurangan saya, fisik saya, kelemahan saya untuk dipilih dan diberi anugerah untuk menjalankan amanat agungNya.

Saya diberi gambaran seperti kekasih yang saling mengasihi, mereka tidak pernah mempermasalahkan fisik, latar belakang keluarga, kekurangan masing-masing bahkan berjanji untuk hidup sampai mati tetap saling mengasihi. Banyak kisah yang ada bahwa seorang kekasih rela mati untuk pasangan yang dicintainya, bahkan tidak perduli kondisi kekasihnya yang cacat fisik, miskin, bodoh, jelek tetapi tetap mencintainya karena kasih yang menyatukan mereka. 

Demikian kasih saya kepada Yesus, kalau dengan manusia saja mereka bisa saling mengasihi dengan tulus. Mengapa dengan Yesus saya selalu  hitung-hitungan? Belum mengalami kesembuhan sudah mulai goyah, bahkan menduakan firmanNya dengan tidak lagi mempercayai tapi lebih percaya obat. Belum mengalami pemulihan sudah mulai kendor kasih saya kepada Yesus dan lebih menyukai apa kata orang, cara dunia yang saya pakai.

10/06/16

Kolose 1 : 19 - 23

Kolose 1:19-23
19. Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia, 
20. dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus. 
21. Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat, 
22. sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya. 23. Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya.

Met pagi teman semua... saat teduh build pagi ini diambil dari Kolose 1 : 19-23 menyatakan bahwa Allah memberi kuasa penuh kepada Yesus yang dengan kasih memperdamaikan kita dengan Allah karena dosa-dosa kita. Yesus begitu mengasihi kita tujuannya supaya setiap kita kudus tak bercela dihadapan Allah. Untuk itu Paulus mengajar kita supaya bertekun dalam iman, tetap teguh dan setia menghidupi kebenaran firman dalam kehidupan kita.

Haleluya.. Yesus sungguh teramat baik buat kita, kita dipilih dan diperlengkapi bahkan diberi kuasa. Saya merenungkan bahwa ternyata kita ini sesungguhnya tidak mempunyai apapun untuk dipersembahkan kepada Yesus. Semuanya milik dan karyaNya, apa yang kita pegang dan pertahankan ternyata semua milik Tuhan Yesus!.. 

Org tua? pasangan? anak? saudara? harta benda? karir dan bisnis? apapun yang kita miliki kepunyaan Tuhan Yesus... sebab saat kita dipanggil ke surga kita tidak membawa satupun itu. Dan yang luar biasanya lagi, semuanya dalam diri kita yang untuk memuliakan Tuhan juga sudah disediakan gratis buat kita. Apakah itu pikiran, hati dan anggota tubuh untuk memuliakan Tuhan diberikan cuma-cuma kepada kita. 

10/02/16

Hidup dalam Kebenaran Firman

Kol 3:1-4

1. Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.
2. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. 
3. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. 
4. Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamu pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.

Paulus mengajarkan kita untuk mencari perkara yang di atas (Kristus) dan memikirkannya, bukan memikirkan apa yang ada di dunia ini (kedagingan). Bukan berarti tidak boleh sama sekali memikirkan dunia ini, tetapi fokus kita bukan kedagingan lagi tetapi fokus kita kerajaan Allah. 

Artinya hidup kita harus mendatangkan kerajaan Allah dimanapun kita berada (di rumah, pekerjaan, komunitas dll). Perbuatan dan perkataan kita, sikap dan pikiran kita tidak lagi sama dengan orang yang belum mengenal Yesus. Kita sudah matikan manusia lama kita, dan sudah dibangkitkan manusia baru yang tidak lagi membawa dosa-dosa lama kita oleh Kristus. 

Kehidupan kita harus di isi dengan kebenaran firman Tuhan setiap hari,

29/01/16

Kewajiban Seorang Murid Kristus

Kis 10:42-48

Met pagi teman-teman semua tetap antusias khan membaca sharing yang dibagikan. Teman-teman juga bisa sharing kebenaran Firman Tuhan yang didapat, saya percaya sangat memberkati kita semua, karena hikmat dan pewahyuan Tuhan berikan cuma-cuma kepada setiap kita dan kitapun berikan dengan cuma-cuma juga kepada orang lain untuk bersama-sama bertumbuh. 

Apa yang saya dapat dari ayat diatas untuk bisa dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari adalah:

1. Murid wajib hidup dalam kebenaran Firman Tuhan. 
Seperti Petrus, kita juga mempunyai kewajiban untuk memberitakan Injil kepada semua orang yang dia hidupi. Menjadi murid harus belajar hidup dalam kebenaran Firman Tuhan sehingga orang dapat melihat ada Tuhan dalam perkataan dan perbuatan kita setiap hari. Sehingga kebenaran Firman yang kita hidupi membawa dampak bagi orang disekitar kita untuk kita menangkan.
Jangan menyerah jika kita kembali jatuh dalam dosa, tetapi cepatlah berbalik dan berusaha lagi untuk hidup dalam kekudusan. Roh Kudus akan menolong kita untuk bisa lepas dari segala ikatan-ikatan tipu daya iblis.

2. Murid tidak membatasi kuasa Roh Kudus. 
Sebagai murid yang dimuridkan dan memuridkan, kita sering memakai asumsi-asumsi

27/01/16

Tuhan Selalu Mengulurkan TanganNya

Kis 3:1-10

Saya belajar dari sikap orang lumpuh yang mengalami mujizat kesembuhan dalam kisah diatas. Responnya adalah mengikuti Petrus dan Yohanes dan menjadi saksi kebesaran kuasa Allah. Bukannya pulang untuk memberitakan kabar sukacita bahwa ia sudah sembuh kepada sanak keluarganya tetapi dia mau menjadi berkat buat orang-orang lain sehingga banyak orang bisa mengenal kasih Kristus.

Saya mau belajar menjadi dampak yang benar dalam kehidupan saya sehari-hari. Saya harus percaya dan menerima uluran tangan Tuhan melalui kebenaran Firman-Nya, saya harus mempraktekkan Firman-Nya dalam kehidupan saya setiap hari. Saya harus memperlihatkan bahwa Firman Tuhan itu hidup dalam keseharian saya. Saya mau belajar dan semuanya itu butuh waktu dan proses yang panjang. Butuh kerendahan hati dan ketaatan. 

Penilaian orang pasti ada, tetapi saya mau berespon positif. Teguran dan nasihat yang membangun saya belajar menerimanya, perkataan yang negatif (sampah) saya belajar membuangnya.

26/01/16

Air Sumber Kehidupan

Yoh 7:37-39
(37)Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: "Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum! 
(38) Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup." 
(39) Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan.

Betapa pentingnya air bagi kehidupan. Tanpa air maka sangat sulit bahkan tidak akan terjadi pertumbuhan. Seperti tanaman yang tidak disiram beberapa hari, maka lambat laun daun menjadi layu dan mengalami kematian.

Demikian halnya dengan kerohanian kita. Salah satu ciri dari pertumbuhan rohani berdasarkan pada ayat bacaan hari ini adalah adanya aliran air kehidupan. Aliran air kehidupan adalah buah-buah Roh Kudus yang keluar dari dalam diri kita. Artinya, dari dalam diri kita melahirkan buah-buah Roh Kudus seperti kasih, damai sejahtera, sukacita dan buah-buah kebaikan lainnya. Untuk mengalirkan air kehidupan ini syaratnya sangat sederhana yaitu ’percaya kepada Yesus’.

Ketika kita percaya kepada Yesus di saat yang sama Roh Kudus akan dimeteraikan dalam hati kita. Di saat Roh Kudus bertahta di dalam hati kita di saat yang sama buah-buah-Nya akan lahir dari dalam diri kita. Kehidupan kerohanian Anda ingin mengapa pertumbuhan? Ambil keputusan hari ini untuk percaya kepada Yesus. Pertumbuhan rohani

25/01/16

Fungsi Murid Kristus

Kis 8:5-25

Tuhan kadang mengijinkan melalui permasalahan kita dibentuk dan diproses untuk terus naik dan bukan turun. Seperti Filipus salah satu murid yang di utus ke Samaria. Di salah satu kota ia memberitakan Injil dan membuat banyak kesembuhan dan mujizat.

Dari kisah di ayat ini kita bisa belajar 3 hal sbb: 
1. Menjadi murid yang siap diutus.. Ay. 5-13
Kita bisa belajar dari Filipus, saat aniaya besar terjadi di Yerusalem, dia di utus ke Samaria dan disana dia melakukan amanat agung dan terjadi banyak mujizat dan sukacita besar. Ketaatan kepada pemimpin saat kita diutus, kemanapun dan apapun prosesnya kita belajar untuk mentaatinya dan siap melakukannya dengan sukacita.

2. Menjadi murid yang saling mendukung. Ay. 14-17
Saat Filipus melakukan amanat agung, rasul-rasul mendengar kabar sukacita itu dan mengirimkan Petrus dan Yohanes kesana untuk mencurahkan Roh Kudus kepada orang percaya di 

22/01/16

Tuhan Rindu Kita Dipakai Menjadi AlatNya

Kis 6:1-7

Hai teman-teman semua yang dikasihi Yesus Kristus, kita berjumpa lagi dalam acara "renungan sate siang ini" dari kita dan untuk kita bertumbuh bersama. Saat membaca dan merenungkan firman di atas, saya belajar pelajaran apa yang bisa dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari adalah:

1. Menerima pengajaran dari pemimpin. Ay 1-5
- tentunya pengajaran yang sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan. Pengajaran bisa dalam bentuk memberi perintah, nasihat, tegoran yang sifatnya membangun setiap kita untuk bertumbuh. Terkadang tidak mudah menerimanya karena sering kita mengeraskan hati kita melalui penilaian-penilaian terhadap pemimpin kita. Pikiran-pikiran seperti: enak saja kamu bicara kamu tidak mengalaminya, siapa kamu perintah-perintah saya?, sok menasehati saya lihat hidupmu dulu, ngapain urusin saya urus saja dirimu sendiri dsb membuat kita suka membentengi diri dan menolak untuk bertumbuh. Kunci kemenangan kita adalah mau memiliki hati yang rela untuk taat dan rendah hati.

2. Tuhan ingin memakai kita sebagai alatNya. Ay. 6-7
- setiap kita sudah diberikan karunia-karunia yaitu memimpin, bernubuat, belas kasihan, mengajar, menasehati, melayani dan memberi (Roma 12:5-8). Iblis tahu dan tidak suka kita memakai setiap karunia itu maka iblis melancarkan tipu dayanya. Kita sering ditipu utk tidak memaksimalkan karunia itu dalam hidup kita. Karunia-karunia itu seperti tersembunyi, dan kita enggan, malu, minder untuk mengeluarkannya. Sehingga hidup kita

21/01/16

Menjadi Serupa Dengan Kristus

Kis 5:17-25, 42

Hai teman-teman semua yang dikasihi Yesus Kristus, kita berjumpa lagi disini dalam acara "renungan sate pagi ini" bersama kita untuk kita dan dari kita. Saat membaca dan merenungkan firman di atas, saya belajar pelajaran yang bisa dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari kita adalah:

1. Ketaatan 
Murid-murid begitu taat melakukan apa yang diperintahkan Malaikat untuk memberitakan Injil. Dalam melakukan ketaatan sangat dibutuhkan kerelaan hati untuk rendah hati dan percaya untuk melakukannya. Dalam kehidupan kita, perintah Tuhan bisa kita temukan langsung dalam Alkitab. Kita terima dalam ibadah, komsel, pemuridan dll. Lalu kita taat praktekkan dengan kerelaan hati. Rela hati adalah melepaskan hak kita untuk menolak dan melepaskan ego kita untuk melakukan perintah Tuhan dalam kebenaran firmanNya.. 

2. Fokus

20/01/16

Komsel Adalah Untuk Saling Membangun

Kis 4:32-37

Ay. 32. Adapun kumpulan orang yang telah percaya itu, mereka sehati dan sejiwa, dan tidak seorangpun yang berkata, bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama.

Di ayat ini yang saya dapat untuk komsel kita adalah: 
1. Kumpulan orang percaya = Komsel.
2. Kita harus sehati dan sejiwa = Sepakat bersama.
3. Tidak mementingkan ego sendiri-sendiri = Saling membangun

Mari teman-teman saat kita berkumpul/komsel kita percaya ada kuasa untuk setiap kita mengalami kemenangan. Ada kesepakatan dalam berdoa dan bertindak, saling menguatkan satu sama lain. Komsel membutuhkan orang yang mau untuk melayani menjadi pemimpin, komselpun berjalan jika ada anggotanya. Jadi

19/01/16

Belajar dari Murid Yesus

Kis 4:23-31

Pagi ini saat merenungkan ayat di atas, Petrus dan Yohanes memberitahu kepada murid-murid yang lain tentang ancaman pemimpin-pemimpin Yahudi, ahli Taurat dan imam besar kepada mereka dalam memberitakan injil. 
Saya belajar respon murid-murid Kristus adalah:

1. Datang dan menceritakan kepada komunitas Kristus
Dalam menghadapi masalah apapun yang membutuhkan solusi, saya butuh ditolong dan saya belajar menceritakan kepada komunitas Kristus dalam pemuridan, penemanan, komsel dll. 
-Saya belajar rendah hati untuk bersedia ditegur, dinasihati baik oleh istri, pemimpin, teman komsel.

2. Berdoa memohon keberanian untuk tetap setia
Saya lebih banyak mengandalkan pikiran sendiri, kekuatan sendiri dan jika sudah mentok baru berdoa kepada Tuhan untuk meminta hikmat sehingga kurang peka dan cenderung bermain dengan pikiran dan asumsi yang belum tentu benar. 
-Saya belajar taat untuk bergaul lebih intim lagi dengan Tuhan, taat berdoa untuk meminta hikmat pewahyuan dan keberanian untuk melangkah lebih jauh.

3. Tidak menyalahkan orang yang mengancam mereka.
Dalam kehidupan saya saat ini ancaman tidak bisa diterima dengan baik oleh orang lain membuat saya merasa tertolak dan tidak dianggap. Timbul asumsi dan penilaian dalam pikiran saya yang membuat saya sering membenarkan diri sendiri.
-Saya belajar untuk punya kerelaan hati sebagai orang yang mau melayani, tidak lagi berasumsi negatif, tidak menyalahkan sikap orang yang saya layani, menekan ego dan kesombongan saya.

Saya percaya kalau mengandalkan kekuatan sendiri tidak akan sanggup menjadi seorang murid, bersyukur Yesus sudah memberikan Roh Kudus sebagai penolong dan penghibur saya.
Demikianlah sedikit kisah saya , saya minta maaf kalau masih banyak kekurangan saya dalam melayani teman-teman di komsel, pemuridan dan penemanan. Saya sadar banyak melakukan kesalahan karena ketidak pekaan saya kepada teman-teman. Saya butuh ditegur dan dinasihati juga oleh teman semua. Terimakasih sudah menjadi bagian dalam hidup saya, saya sangat bersyukur dalam komunitas ini saya banyak belajar dari kehidupan teman-teman semua. Sudah yah... Godbless all.

Sharing from Yanto

18/01/16

Perbedaan Menghakimi dan Menilai

Perbedaan menghakimi dan menilai :
Rom 14:10  Tetapi engkau, mengapakah engkau menghakimi saudaramu? Atau mengapakah engkau menghina saudaramu? Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Allah.
Rom 2:1  Karena itu, hai manusia, siapapun juga engkau, yang menghakimi orang lain, engkau sendiri tidak bebas dari salah. Sebab, dalam menghakimi orang lain, engkau menghakimi dirimu sendiri, karena engkau yang menghakimi orang lain, melakukan hal-hal yang sama.
menilai :
2Kor 5:16  Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang jugapun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai KRISTUS menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian.
1Kor 2:14  Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.

1Kor 2:15  Tetapi manusia rohani menilai segala sesuatu, tetapi ia sendiri tidak dinilai oleh orang lain. 
1Kor 2:16  Sebab: "Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?" 
Tetapi kami memiliki pikiran KRISTUS.

Perbedaan yang mendasar adalah
1. Menghakimi bicara kebenaran yang tidak ia hidupi dalam keseharian, menilai bicara kebenaran yang ia hidupi dalam kesehariannya
2. Menghakimi bicara berdasarkan nilai-nilai sendiri, sedang menilai bicara berdasarkan nilai-nilai kerajaan Allah
3. Menghakimi melihat kesalahan orang lain namun tidak dapat memberikan solusi terhadap kesalahan orang tersebut, menilai mengerti kesalahan orang lain dan memberikan solusi terhadap kesalahan orang tersebut
4. Menghakimi adalah bentuk penghinaan terhadap orang lain tanpa menjelaskan sama sekali apa yang dihakiminya, sedang menilai adalah bentuk teguran terhadap orang lain dan menjelaskan dasar kebenaran dari bentuk teguran tersebut

17/01/16

Membangun Komsel

Kis 2:42-47 Cara hidup jemaat yang pertama

Bagaimana caranya mengaplikasi cara hidup jemaat yang pertama dalam kehidupan kita sekarang ini? 
ayat diatas bukan hanya bicara harta yang dikumpulkan untuk dibagikan, tetapi juga bicara tentang kesatuan murid Tuhan saat bertekun dalam pengajaran, selalu berkumpul, bersatu hati dan bersama didalam komsel dengan hati yang gembira dan tulus hati. Otomatis kita punya kerinduan untuk membagi apa saja yang kita miliki untuk komsel (waktu, dana, tenaga, hikmat dll) dengan sukacita. 

Jika seperti itu komsel kita saat ini, saya percaya komsel akan mengalami kasih Tuhan dan menjadi berkat bagi anggota komsel dan Tuhan pasti menambahkan anggota sel baru untuk bersama-sama mengalami kasih Tuhan. Mari kita sama-sama punya kerinduan untuk saling membangun di dalam komsel, apa yang bisa kita berikan untuk komsel kita berikan dengan sukacita. Kita adalah satu tubuh yang sama-sama belajar untuk bertekun, bersatu hati didalam komsel dengan tulus hati dan gembira. Lupakan yang telah lalu dan kita melangkah ke depan. Amin Tuhan Yesus memberkati kita.

Sharing from Yanto

16/01/16

Komsel Yang Bertumbuh

Kis 2:37-47

Saat Petrus menyatakan kebenaran Firman, banyak orang percaya dan mau bertobat dan dibaptis. Kebenaran Firman Tuhan yang mereka dengar membuat mereka melakukan terobosan selalu rindu mendengar Firman dan menjadi orang yang saling membutuhkan dan saling mengasihi. Saat proses perubahan cara hidup mereka praktekkan banyak mujizat dan tanda-tanda heran terjadi dalam kehidupan mereka. 

Kita pasti sangat rindu komsel kita bertumbuh menjadi komsel yang penuh kuasa, semua haus akan Firman Tuhan, banyak mujizat terjadi, kesembuhan dan pemulihan seperti hal yang wajar terjadi di komsel. Kuasa pujian dan penyembahan menguatkan kita, kebersamaan terjalin dengan sukacita. Proses terjadinya mujizat dan

15/01/16

Taat Menantikan Janji Bapa

Kis 1:12-14, Kis 2:1-4

Setelah Yesus terangkat ke sorga, murid-murid taat melakukan apa yang diperintahkan Yesus yaitu menantikan Roh Kudus dicurahkan kepada mereka. Setelah sampai Yerusalem mereka segera berkomsel. Mereka bertekun dalam pengajaran Firman Tuhan di satu tempat, bersehati mereka sepakat berdoa bersama-sama menantikan janji Yesus dalam kehidupan mereka. Seperti yang dikatakan Yesus, murid-murid menerima Roh Kudus yang dijanjikanNya. Haleluya 

Pagi ini dalam kisah diatas saya belajar untuk taat dan bertekun. Belajar taat akan apa yang diperintahkan Yesus dalam firmanNya dan belajar melakukannya dengan tekun.

14/01/16

Berubah Untuk Berbuah

Roma 10 : 13 -15 
13. Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan. 
14. Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya. 
15. Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis " betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!"

Saya dulu pakai kekuatan saya untuk berbicara, dan pakai pengalaman pribadi saya, untuk menginjili orang-orang. Saya suka ngotot kalau yang saya injili tidak percaya Tuhan, langsung saya ancam kamu masuk neraka, sehingga banyak kegagalan dan kecewa karena sering menjadi kesal dan marah sendiri. Saya jadi malas kalau mau bersaksi, dan kembali menghakimi orang, ya sudah berarti kamu bukan orang pilihan Tuhan, itulah dulu yang saya sering lakukan. 

Fokus Untuk Menanam

Kisah Para Rasul 1:6-8

6. Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?"
7. Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.
8. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."

Murid-murid menginginkan pemulihan dimana mereka berada, dengan kebangkitan Yesus mereka berharap Yesus mau membangun kembali kerajaan bagi Israel. Murid-murid belum memahami tugas mereka sebagai murid untuk diutus menjadi saksi Yesus bagi semua orang. 

Saat mereka meminta Yesus untuk memulihkan Israel, Yesus menjelaskan bahwa pekerjaan yang paling penting adalah menjadi saksi Yesus sampai ke ujung bumi. Masa dan waktu berbicara proses keberhasilan, biarlah Bapa yang menentukannya. Tugas murid adalah menanam, menyiram dan memupuk benih firman ke semua orang melalui pertolongan Roh Kudus.

13/01/16

Kemurahan Yesus Buat Setiap Kita

Yohanes 14:21-26

21. Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya."
22. Yudas, yang bukan Iskariot, berkata kepada-Nya: "Tuhan, apakah sebabnya maka Engkau hendak menyatakan diri-Mu kepada kami, dan bukan kepada dunia?"
23. Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.
24. Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku.
25. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu;
26. tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

Sangat jelas ayat ini bahwa Yesus akan menyatakan diri-Nya (kuasa, kasih, kebesaranNya) kepada orang yang mengasihiNya. Tanda orang mengasihi Yesus adalah







INFO
KomSel





Komsel Setiap Hari Jumat Jam 20:00 WIB Tuhan Yesus Memberkati.

Semua Materi Bahan Sate diambil dari www.abbalove.org



ABBALOVE SERPONG
Ruko Jasmine Blok HA/1 No.2-6 Gading Serpong







God Bless You.

Daftar Blog Favorit