Pada abad 12, harta kekayaan Kastil Weinsberg berada dalam bahaya. Pasukan musuh menyerbu benteng batu sehingga harta kekayaan yang berada di dalam Kastil terancam. Penduduk tidak mempunyai kesempatan untuk membela diri. Pihak musuh meminta mereka menyerah. Jika penduduk setuju menyerahkan semua hartanya dan para pria bersedia menyerahkan nyawa mereka, maka para wanita dan anak-anak akan dibebaskan.
Setelah berunding, para wanita dari Kastil Weinsberg meminta satu syarat, mereka minta dibiarkan pergi dengan membawa sebanyak mungkin harta yang mampu mereka bawa. Jika pihak musuh setuju dengan satu permintaan ini, kaum pria di dalam kastil akan menyerahkan harta kekayaaan di dalam kastil. Karena menyadari sepenuhnya banyaknya harta di dalam kastil itu, pasukan musuh menyetujuinya, lagipula mereka berpikir, berapa sih harta yang dapat dibawa oleh para wanita itu?
Akhirnya, pintu gerbang kastil terbuka, dan pemandangan yang muncul di depan mata sungguh mengharukan sehingga prajurit yang paling tidak berperasaan










