Tampilkan postingan dengan label Kisah Inspiratif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Inspiratif. Tampilkan semua postingan

31/01/16

:: AKU MENANGIS ENAM KALI UNTUK ADIKKU ::

Aku dilahirkan di sebuah desa pegunungan yang terpencil. Hari demi hari, orangtuaku membajak tanah kering kuning, dengan punggung mereka menghadap ke langit. Aku punya seorang adik laki-laki.

Suatu ketika, untuk membeli sapu tangan yang dibawa gadis-gadis di desaku, aku mencuri 50 sen dari laci papaku. Papa segera mengetahuinya. Papa menyuruh aku dan adikku berlutut, dengan tongkat bambu di tangannya. “Siapa yang mencuri uang itu?!” tanya Papa. Aku terpaku, terlalu takut untuk bicara. Papa tidak mendengar kami mengaku, lantas Papa berkata, “Baiklah, kalau begitu, kalian memang pantas dihajar!” Papa mengangkat tongkatnya tinggi-tinggi.

Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangan Papa dan berkata, “Aku yang ambil uang Papa!” Tongkat panjang itu pun menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Papa begitu murka sehingga ia terus memukul sampai kehabisan napas. Sesudahnya, Papa duduk di atas ranjang dan memarahi adikku, “Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, perbuatan memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan kalau kamu besar nanti?! Kamu pantas dipukul sampai mati! Dasar pencuri tak tahu malu!”

Malam itu, Mama dan aku mendekap adikku. Tubuhnya penuh luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Aku mulai menangis meraung-raung. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, “Kak, jangan menangis lagi, kan sudah berlalu.”

Aku masih membenci diriku karena tidak memiliki cukup nyali untuk mengaku. Bertahun-tahun telah lewat, tapi kejadian itu masih terasa seperti kemarin. Aku tidak pernah lupa wajah adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku 8 tahun. Aku 11.

Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk ke SMA di ibukota kabupaten. Pada saat yang sama, aku diterima di universitas provinsi.

28/12/15

Pergerakan di China

China Akan Segera Menjadi Negara Dengan Populasi Kristen Terbesar di Dunia 

Kunci Sukses Gereja di China 

Suatu hari, saya pulang dari gereja. Di jalan saya ngobrol dengan teman-teman saya. Topik kita, apa bedanya gereja di China dengan gereja di Indonesia ?

Di China saya beribadah di 1 gereja kecil tapi punya iman sangat besar. Punya iman yang bisa mengoncang surga. 

Tempat ibadah kita itu sempit sekali. Kita harus duduk berdesak-desakan. Malahan sering banget saya kebagian tempat duduk persis di sebelah WC. 

Gereja saya nggak punya band. Kita cuman kebaktian pake piano. Yang maen piano juga biasa aja. 

Pemimpin pujiannya juga orang-orang biasa. Ada kasir rumah sakit, ada guru. Nggak ada yang punya kemampuan MC yang wah… yang bisa menarik jemaat. 

Lagu-lagunya juga lagu-lagu biasa. Yang khotbah juga orang-orang biasa. Nggak ada yang lulusan STT. Mereka semua orang-orang 'awam'. Ada yang dokter, dosen. Pokoknya semua orang biasa.

Tapi guys, suasananya luar biasa. Saya belum pernah di Indo dateng ke 1 kebaktian yang suasananya bisa menandingi atmosfir penyembahan di gereja itu. 

Begitu jemaat berdiri dan kita nyanyi 1 lagu, suci-suci-suci, hadirat Tuhan langsung turun. Begitu pemimpin pujiannya membacakan 1 bagian dari mazmur, hati saya bisa langsung nyesss … seolah-olah Tuhan sendiri yang berbicara. 

Kalau pas pengkhotbahnya yang notabene orang-orang awam khotbah, semua jemaat diam. Saya sendiri bisa terheran-heran, apa yang mereka bicarakan, banyak yang saya sudah tau, tapi kalau mereka bicara itu beda. 

Mereka punya kuasa. Mereka tidak khotbah dengan bahasa yang tinggi-tinggi, mereka nggak pernah kutip kata-kata orang-orang terkenal, mereka khotbah dengan bahasa yang sangat sederhana sehingga saya yang mandarinnya pas-pasan aja bisa ngerti dengan jelas.

Apa sih yang mereka khotbahkan ?

10/12/15

Lelaki seperti apa, menghasilkan istri seperti apa.

Seorang teman merasa istrinya semakin lama semakin egois dan kasar. Karena itu, mereka bertengkar setiap hari. Saking seringnya bertengkar, lelaki ini memiliki selingkuhan. Akhirnya, mereka bercerai dan sang suami menikah lagi dengan selingkuhannya. Sang mantan istripun tak lama kemudian menikah lagi.

Mereka masih belum dikaruniai anak. pernikahan baru keduanya masing masing berjalan dengan sangat lancar. Tetapi setelah menikah, istri baru dari lelaki ini semakin lamapun kelembutannya semakin pudar. Rumah tangga mereka berakhir sama seperti yang dulu, sedikit sedikit bertengkar.
Istri barunya bahkan tidak mau mengerjakan pekerjaan rumah, teman saya terpaksa membersihkan rumah sendiri.

Teman saya merasa nasib dia tidak baik, mengapa ia selalu memilih istri yang kurang baik, setiap hari ia mengeluh. Sampai suatu hari, di suatu acara makan malam ia secara kebetulan bertemu dengan suami baru mantan istrinya. Pada awalnya kedua lelaki ini tidak berbicara apa apa, tetapi setelah saling menyapa merekapun minum bersama.

Akhirnya teman saya tak bisa menahan diri lagi dan bertanya bagaimana keadaan rumah tangga mereka. Suami baru mantan istrinya ini tidak tampan, tetapi sangat teliti dalam berbicara. Ia berkata, “Istri saya adalah wanita yang sangat hebat, sangat perhatian dan lembut, ia mengerjakan seluruh pekerjaan rumah tanpa mengeluh. Juga sangat menyayangi saya, ia selalu bersikap baik ke orangtua, saudara, dan teman teman saya. Saatnya jujur dia akan jujur, saatnya butuh perhatian, dia akan memberi perhatian penuh. Wanita seperti ini, sudah sedikit sekali.”

Teman saya setelah mendengarnya merasa bingung, dan berpikir apa dia memang sebaik itu?. Mengapa dulu dia sama sekali tidak menyadarinya?. Pasti ini semua cuma bualan suami baru istrinya ini untuk membuat saya bingung. Tak lama kemudian, kebetulan sekali, teman saya pergi berbelanja ke supermarket dan melihat mantan istri dan suami barunya sedang berbelanja. Ia bersembunyi di samping dan memperhatikan, akhirnya ia menyadari pasangan itu benar benar bahagia.

26/11/15

Kisah Nyata Tentang Keajaiban Cinta dan Doa

Kisah ini terjadi di Beijing China, seorang gadis bernama Yo Yi Mei memiliki cinta terpendam terhadap teman karibnya di masa sekolah. Namun ia tidak pernah mengungkapkannya, ia hanya selalu menyimpan di dalam hati dan berharap temannya bisa mengetahuinya sendiri. Tapi sayang temannya tak pernah mengetahuinya, hanya menganggapnya sebagai sahabat, tak lebih.

Suatu hari Yo Yi Mei mendengar bahwa sahabatnya akan segera menikah hatinya sesak, tapi ia tersenyum “Aku harap kau bahagia“. Sepanjang hari Yo Yi Mei bersedih, ia menjadi tidak ada semangat hidup, tapi dia selalu mendoakan kebahagiaan sahabatnya.

12 Juli 1994 sahabatnya memberikan contoh undangan pernikahannya yang akan segera dicetak kepada Yi mei, ia berharap Yi Mei akan datang, sahabatnya melihat Yi Mei yang menjadi sangat kurus dan tidak ceria bertanya “Apa yang terjadi dengamu, kau ada masalah?”

Yi mei tersenyum semanis mungkin ”Kau salah lihat, aku tak punya masalah apa apa, wah contoh undanganya bagus, tapi aku lebih setuju jika kau pilih warna merah muda, lebih lembut…” Ia mengomentari rencana undangan sahabatnya tesebut.

Sahabatnya tersenyum “Oh ya, ummm aku kan menggantinya, terimakasih atas sarannya Mei, aku harus pergi menemui calon istriku, hari ini kami ada rencana melihat lihat perabotan rumah… daag“. Yi Mei tersenyum, melambaikan tangan, hatinya yang sakit.

18 Juli 1994 Yi Mei terbaring di rumah sakit, Ia mengalami koma, Yi Mei mengidap kanker darah stadium akhir. Kecil harapan Yi Mei untuk hidup, semua organnya yang berfungsi hanya pendengaran, dan otaknya, yang lain bisa dikatakan “Mati“ dan semuanya memiliki alat bantu, hanya mukjizat yang bisa menyembuhkannya.

Sahabatnya setiap hari menjenguknya, menunggunya, bahkan ia menunda pernikahannya. Baginya Yi Mei adalah tamu penting dalam pernikahannya. Keluaga Yi Mei sendiri setuju memberikan “Suntik Mati“ untuk Yi Mei karena tak tahan melihat penderitaan Yi Mei.

10 Desember 1994 Semua keluarga setuju besok 11 Desember 1994 Yi Mei akan disuntik mati dan semua sudah ikhlas, hanya sahabat Yi Mei yang mohon diberi kesempatan berbicara yang terakhir, sahabatnya menatap Yi Mei yang dulu selalu bersama.

Ia mendekat berbisik di telinga Yi Mei “Mei apa kau ingat waktu kita mencari belalang, menangkap kupu kupu?… kau tahu, aku tak pernah lupa hal itu, dan apa kau ingat waktu disekolah waktu kita dihukum bersama gara gara kita datang terlambat, kita langganan kena hukum ya?”


“Apa kau ingat juga waktu aku mengejekmu, kau terjatuh di lumpur saat kau ikut lomba lari, kau marah dan mendorongku hingga aku pun kotor?… Apakah kau ingat aku selalu mengerjakan PR di rumahmu?… Aku tak pernah melupakan hal itu…“

“Mei, aku ingin kau sembuh, aku ingin kau bisa tersenyum seperti dulu, aku sangat suka lesung pipitmu yang manis, kau tega meninggalkan sahabatmu ini?….” Tanpa sadar sahabat Yi Mei menangis, air matanya menetes membasahi wajah Yi Mei.

“Mei… kau tahu, kau sangat berarti untukku, aku tak setuju kau disuntik mati, rasanya aku ingin membawamu kabur dari rumah sakit ini, aku ingin kau hidup, kau tahu kenapa?… karena aku sangat mencintaimu, aku takut mengungkapkan padamu, takut kau menolakku“

“Meskipun aku tahu kau tidak mencintaiku, aku tetap ingin kau hidup, aku ingin kau hidup, Mei tolonglah, dengarkan aku Mei … bangunlah…!!“ Sahabatnya menangis, ia menggengam kuat tangan Yi Mei “Aku selalu berdoa Mei, aku harap Tuhan berikan keajaiban buatku, Yi Mei sembuh, sembuh total. Aku percaya, bahkan kau tahu?.. aku puasa agar doaku semakin didengar Tuhan“

“Mei aku tak kuat besok melihat pemakamanmu, kau jahat…!! kau sudah tak mencintaiku, sekarang kau mau pergi, aku sangat mencintaimu… aku menikah hanya ingin membuat dirimu tidak lagi dibayang-bayangi diriku sehingga kau bisa mencari pria yang selalu kau impikan, hanya itu Mei…“

“Seandainya saja kau bilang kau mencintaiku, aku akan membatalkan pernikahanku, aku tak peduli… tapi itu tak mungkin, kau bahkan mau pergi dariku sebagai sahabat“

Sahabat Yi mei berbisik ”Aku sayang kamu, aku mencintaimu” suaranya terdengar parau karena tangisan. Dan apa yang terjadi?…. Its amazing !! ”CINTA“ bisa menyembuhkan segalanya.

07/10/15

Unpopular Decision

Margaret Thatcher dikenal sebagai salah satu Perdana Menteri Inggris yang disegani, terutama karena ia satu-satunya wanita yang menduduki jabatan ini, dan ia menduduki masa jabat terpanjang di abad ke-20. Seorang jurnalis Rusia memberinya julukan “Iron Lady” karena sikap politik dan kepempimpinannya yang menolak kompromi. Thatcher dikenal karena sikapnya menentang komunisme dan memenangkan perang Falkland.

Suatu saat, popularitas Thatcher menurun karena keputusannya yang tidak populer, yaitu menentang ide menggabungkan mata uang Eropa menjadi satu mata uang, yang sekarang kita kenal dengan Euro. Keputusan yang tidak populer, tetapi terbukti benar setelah puluhan tahun berlalu, dan saat ini Euro mengalami masalah karena kebangkrutan Yunani.

Sebagian besar orang memilih “populer” dari pada “benar”, karena yang populer selalu mendapat dukungan. Tetapi orang yang kuat berani memilih keputusan yang “benar” walaupun “tidak populer”, mereka tidak mau kompromi. Suatu saat kepopuleran akan berlalu, tetapi yang “benar” akan tetap “benar” sepanjang waktu berlalu.  Orang bisa lupa dengan kepopuleran Anda, tetapi mereka akan menikmati setiap keputusan “benar” yang Anda buat sepanjang hidup mereka.

PILIHAN-PILIHAN KITALAH YANG MENUNJUKKAN SIAPA KITA SEBENARNYA, LEBIH DARI PADA KEMAMPUAN KITA (JK Rowlings)

02/09/15

Jangan Menyerah

Ketika perusahan dimana Nathaniel Hawthorne bekerja terjadi pergantian jabatan, diapun diberhentikan. Malam itu dia pulang dengan lesu, kecewa dan sakit hati, karena telah mengabdi di perusahaannya dan akhirnya dikeluarkan.

Ketika mendengar kabar buruk itu, istrinya yang bijak, bukan turut hanyut dalam kesedihan, dia tampil sebagai tonggak pendorong semangat suaminya, dia langsung mengambil pena dan setumpuk kertas padanya, sambil merangkul suaminya dia berkata : “ Sayang, sekarang kamu sudah mempunyai banyak waktu untuk menulis buku”.

Demikianlah awalnya Nathaniel Hawthorne memulai karyanya sebagai penulis. Dia kemudian menghasilkan banyak buku, dan cerita pendek. Salah satu karya yang menjadi ‘best seller’ dunia hingga sekarang adalah THE SCARLET LETTER.

Penulis beken Helen Keller pernah berkata :“ Ketika jendela kebahagian tertutup, jendela lainnya akan terbuka. Tetapi kita sering terlalu lama menatapi jendela yang telah tertutup, sehingga tidak melihat terbukanya jendela lain.”

Benar, saat Tuhan menutup pintu kita,

15/04/13

Pemulung

Suatu ketika seorang guru bertanya kepada murid-muridnya tentang siapa itu Tuhan ? ‪

Steven - ayahnya Hakim -, menjawab : ia bahwa Tuhan itu adalah hakim yang mengadili orang jahat.

Albert, - yang ayahnya seorang dokter -. Menjawab : Tuhan adalah dokter yang bisa menyembuhkan segala penyakit.

Michael - Papanya Konglomerat -, Menjawab : Bahwa Tuhan adalah yang bisa memberikan segalanya.

Semua anak ditanya dan jawabnya adalah perspektif mereka terhadap pekerjaan bapaknya di dunia.
Tibalah giliran Sarjo yang akan ditanya oleh guru. Guru tahu bahwa Sarjo tidak semapan teman-temannya yang hidup nya berkecukupan. Kepala Sarjo menunduk ke bawah, tidak berani menatap gurunya.

Sang guru lalu bertanya kepada Sarjo, siapakah Tuhan itu? Dengan suara lemah Sarjo menjawab bahwa Tuhan itu adalah seorang "pemulung".
Tiba-tiba kelas menjadi ricuh dan ribut dengan jawaban Sarjo, bagaimana bisa Tuhan itu seperti "pemulung". Lalu guru pun bertanya, kenapa Sarjo bilang kalau Tuhan itu "pemulung" ? Lalu Sarjo menjawab dengan menengadahkan mukanya, Sarjo berkata bahwa seorang pemulung mengambil barang-barang yang tidak berguna dan mengumpulkannya, membersihkannya sehingga menjadi berguna.

11/04/13

Coffee Time

Eko Pratomo Suyatno direktur perusahaan asset management, yang sangat terkenal disegani oleh kalangan pasar modal/ investasi. Ia telah merintis memajukan reksadana di Indonesia.

Pak Eko telah menikah lebih dari 32 tahun. Ia dan istri dikaruniai 4 anak. Di usia-nya yang tlah menginjak kepala 6, ia masih setia merawat istrinya, yang sakit saat melahirkan anak ke-4 (tiba-tiba kaki sang istri lumpuh, dan semakin lama tubuhnya lemah; lidahnya sulit digerakkan).

Setiap pagi Pak Eko memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi makan, kemudian mengangkat tubuh istrinya kembali ke tempat tidur. Sebelum bekerja, ia bawa istrinya ke depan TV, agar tidak kesepian. Siang hari ia kembali menyuapi istrinya makan, memandikan, menyuapi, menemani istrinya nonton TV, sambil bercerita apa saja yang dialaminya tadi. Rutinitas tersebut dilakukannya selama 25 tahun dengan sabar, hingga ke 4 anaknya dewasa dan menikah; tinggal si bungsu yang msh kuliah.

Suatu hari, ke 4 anaknya ingin menjaga dan merawat ibu mereka secara bergantian.

20/12/12

Bijaksanalah Di Hari Ini

Dahulu kala, ada seorang petani miskin memiliki seekor kuda putih yang sangat cantik dan gagah. Suatu hari, seorang saudagar kaya ingin membeli kuda itu dan menawarkan harga yang sangat tinggi. Sayang si petani miskin itu tidak menjualnya. Teman-temannya menyayangkan dan mengejek dia karena tidak menjual kudanya itu.

Keesokan harinya, kuda itu hilang dari kandangnya! Maka teman-temannya berkata, "Sungguh jelek nasibmu, padahal kalau kemarin kamu jual, kamu sudah jadi orang kaya. Sekarang kudamu sudah hilang." Si petani miskin hanya diam saja.

Beberapa hari kemudian, kuda si petani kembali bersama 5 ekor kuda lainnya. Lalu teman-temannya berkata, "Wah beruntung sekali nasibmu! Ternyata kudamu membawa keberuntungan ya.." Si petani hanya diam saja.

03/12/12

Belajar Memaafkan

Pada saat Abraham Lincoln(1809-1865) masih pengacara muda, ia sering berkonsultasi dengan pengacara lain tentang kasusnya.
Pernah salah seorang pengacara melihat Lincoln sekilas, saat dia duduk di ruang tunggu untuk menjumpai pengacara itu.

“Apa yang dia lakukan di sini? Singkirkan dia !!.
Aku tidak akan berurusan dengan seekor monyet kaku seperti itu!”

Lincoln berpura-pura tidak mendengar, walaupun dia tahu kalau hinaan itu disengaja.
Biarpun malu, dia tetap bersikap tenang.
Ketika pengadilan berlangsung, Lincoln diabaikan. Dia disisihkan tempat duduknya.
Pengacara yang begitu kejam itu menghina Lincoln, ternyata membela kliennya dengan sangat brillian.

Penalarannya sangat bagus. Penanganannya atas kasus membuat Lincoln terpesona.
Lincoln berkata, “Argumennya tepat dan sangat lengkap. Begitu tertata dan benar-benar dipersiapkan. Aku akan pulang dan lebih giat belajar hukum lagi.”
Dan waktupun berlalu.

24/11/12

Koin Keberuntungan

Sebuah kisah inspiratif terjadi di propinsi Ciang Si, Kota Nan Chang tahun 1938. Saat itu masa peperangan dimana Ciang Kai Sek menjabat sebagai komandan laskar di Nan Chang.

Di waktu luang, banyak tentara berbelanja keperluan sehari-hari. Saat itu mata uang yang digunakan adalah Yen. Kaum wanita berusia lanjut dan lemah berjajaran di sepanjang jalan menjual handuk dan kaos kaki untuk keperluan tentara.

Suatu hari seorang nenek menangis terisak-isak. Rupanya seseorang telah membeli banyak sekali dagangannya dengan kepingan uang Yen palsu. Ketika nenek itu sadar uang itu palsu, si pembeli sudah lenyap entah kemana.

Kebetulan lewat seorang tentara yang baru gajian. Melihat sang nenek sangat sedih, ia menghiburnya. “Tak usah sedih Nek, gaji saya cukup. Tukarkan uang palsumu kepada saya sebagai kenang-kenangan. Nah, ini ambillah. Semoga dapat menjadi modal usahamu kelak.”

“Mana boleh? Mana mungkin saya menerima sementara anda yang mengorbankan uangmu”. Si Nenek bersikeras tidak mau menerima tawaran si tentara. Tapi karena tak tega menolak

17/11/12

Berat Segelas Air⁠

Sebuah Pemikiran⁠

Pada Saat Kuliah Tentang Manajemen Stress, Stephen Covey Mengangkat Segelas Air Dan Bertanya Kepada Para Siswanya, “Seberapa Berat Menurut Anda, Kira-Kira Segelas Air Ini..?”

Para Siswa Menjawab Mulai Dari 200 Gram Sampai 500 Gram,
“Ini Bukanlah Masalah Berat Absolutnya..
Tapi Tergantung Berapa Lama Anda Memegangnya.” Kata Covey,
“Jika Saya Memegangnya Selama 1 Menit..Tidak Ada Masalah..”
“Jika Saya Memegangnya Selama 1 Jam…Lengan Kanan Saya Akan Sakit..”
“Dan Jika Saya Memegangnya Selama 1 Hari Penuh.. Mungkin Anda Harus Memanggilkan Ambulans Untuk Saya..”

“Beratnya Sebenarnya Sama.. Tapi Semakin Lama Saya Memegangnya. . Maka Bebannya Akan Semakin Berat..”
“Jika Kita Membawa Beban Kita Terus Menerus.. Lambat Laun Kita Tidak Akan Mampu Membawanya Lagi..”

“Beban Itu Akan Meningkat Beratnya..” Lanjut Covey, “Apa Yang Harus Kita Lakukan Adalah Meletakkan Gelas Tersebut.. Istirahat Sejenak Sebelum Mengangkatnya Lagi..”
“Kita Harus Meninggalkan Beban Kita Secara Periodik.. Agar Kita Dapat Lebih Segar Dan Mampu Membawanya Lagi..”

“Jadi Sebelum Pulang Ke Rumah Dari Pekerjaan Sore Ini.. Tinggalkan Beban

15/11/12

I Have The Power

Sesungguhnya Aku telah mem-berikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh,sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu. - Lukas 10:19

Anak pertama saya begitu takut dengan laba-laba. Khususnya ketika ke kamar kecil, ia pasti akan memperhatikan setiap sudut untuk memastikan tidak ada makhluk berkaki delapan itu. Sekalipun berulang kali kami berusaha meyakinkannya bahwa laba-laba itu “amat sangat jauh” lebih kecil darinya yang bertubuh cukup besar untuk ukuran anak seumurnya, tetap saja tidak bisa menghilangkan rasa takutnya itu.

Apa yang menjadi ketakutan anak saya, juga kita alami. Bentuknya tentu berbeda. Sebagai orang dewasa ketakutan yang seringkali menghampiri kita adalah ketakutan akan masa depan, pasangan hidup, karir, dsb. Ketika menghadapi suatu masalah, kita cenderung melihat masalah itu begitu BESAR sehingga mengalahkan keyakinan kita bahwa kita memiliki Tuhan yang terlebih besar dari segala permasalahan yang sedang kita

02/11/12

Salahku atau Salahmu

Sebuah keluarga miskin kemalingan sepeda. Semua anggota keluarga merasa sedih karena bagi mereka sepeda itu amat berarti.

Sang anak: “Semua ini salah ku, sepulang dari sekolah, sepeda ku parkir di pekarangan tapi tidak ku kunci rodanya.”

Papa: “Bukan salahmu nak, salah papa yang mau menyuruh kamu membeli obat, membuatmu menunggu kelamaan.”

Mama: “Bukan, itu salahku yang kelamaan mencari resep dari dokter, mama lupa gak tahu resep itu keselip dimana.”

Kakek: “Bukan salah kalian, salah kakek yang sehabis menyapu kakek lupa menutup pintu pagar rumah.”

Nenek: “Nggak, ini semua salah nenek yang lupa nyalain lampu sehingga pekarangan rumah menjadi gelap.”

Walaupun mereka sedih namun kehilangan sepeda tidak menjadi musibah bagi keluarga miskin itu, sebab mereka tidak membuat musibah besar dengan saling menyalahkan, saling menghujat, malah sebaliknya saling menyalahkan diri sendiri, merasa paling bertanggung jawab dan saling memaafkan. Luar biasa!

Sebuah musibah menjadi

27/10/12

Catatan Dahlan Iskan

Catatan Dahlan Iskan, disadur dari bukunya : Sepatu Dahlan Iskan

Jika semua yang kita kehendaki terus kita MILIKI, dari mana kita belajar IKHLAS.
Jika semua yang kita impikan segera TERWUJUD, dari mana kita belajar SABAR.
Jika setiap do'a kita terus DIKABULKAN, bagaimana kita dapat belajar IKHTIAR.
Seorang yang dekat dengan TUHAN, bukan berarti tidak ada air mata.
Seorang yang TAAT pada TUHAN, bukan berarti tidak ada KEKURANGAN.
Seorang yang TEKUN berdo'a, bukan berarti tidak ada masa-masa SULIT.
Biarlah TUHAN yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena TUHAN TAHU yang tepat untuk memberikan yang TERBAIK.
Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETULUSAN.
Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar KEIKHLASAN.
Ketika hatimu terluka sangat dalam, maka saat itu kamu sedang belajar tentang MEMAAFKAN.
Ketika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETANGGUHAN.
Ketika kamu harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kau tanggung, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KEMURAHAN HATI.

Tetap semangat....
Tetap sabar....
Tetap tersenyum....

Karena kamu sedang menimba ilmu di UNIVERSITAS KEHIDUPAN.
Tuhan menaruhmu di "tempatmu" yang sekarang bukan karena "KEBETULAN".
Orang yang HEBAT tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan. MEREKA dibentuk melalui KESUKARAN, TANTANGAN, dan AIR MATA.

04/10/12

Apakah Nyonya Istrinya Tuhan?

Sebuah kisah dari seorang saksi mata dari kota New York. Pada suatu hari pada musim dingin, di bulan Desember beberapa tahun yang lalu: Seorang anak kecil, sekitar 10 tahun, sedang berdiri di trotoar, di depan sebuah toko sepatu. Dia sedang melihat ke dalam toko lewat jendela kaca, dan tubuhnya gemetaran karena kedinginan. Anak ini tidak mengenakan sepatu.
Tiba-tiba seorang wanita mendekati anak itu dan berkata, “nak, kamu kelihatannya sedang berpikir dengan sangat mendalam...”
 “Saya sedang meminta Tuhan untuk memberikan kepada saya sepasang sepatu,” jawab anak kecil itu.
Wanita itu menarik tangan anak tersebut dan menggandengnya masuk ke dalam toko, dan meminta pada karyawan toko untuk mengambilkan setengah lusin kaos kaki berukuran kecil. Lalu meminta apakah bisa disediakan air dan handuk. Karyawan itu segera mengambilkan.
Lalu, wanita itu menuntun anak kecil itu ke bagian belakang toko, dan menanggalkan sarung tangannya dan berlutut. Ia membasuh kaki mungil si anak, dan mengeringkan dengan handuk.
Saat dia selesai membersihkan kakinya, karyawan toko sudah kembali dengan membawakan kaos kaki. Setelah memakaikan kaos kaki ke kaki anak kecil yang sangat kedinginan itu, sang wanita membelikan sepasang sepatu bagi anak itu.

Dia memasukkan kaos kaki selebihnya ke kantong kecil dan memberikan kepadanya. Sambil mengelus kepala si anak, dia berkata, “Pasti, kamu merasa lebih nyaman dan hangat sekarang.”
Sementara wanita itu hendak berpaling untuk pergi, anak kecil yang masih terheran-heran itu memegang tangan wanita tersebut dan memandang ke wajahnya, dengan air mata yang berlinangan di pipinya, dia bertanya… “Apakah betul nyonya ini istrinya Tuhan?”
Bukankah pertanyaan polos anak kecil ini

11/09/12

​My bag, my mind.

My bag, setiap hari sebagian besar dari kita membawa tas kerja dalam perjalanan pergi dan pulang kantor. Untuk kaum wanita,tas merupakan salah satu atribut penampilan yang penting. Waktu libur,cobalah bongkar semua isi tas kita.Ternyata kadang sepertiga atau separuh dari isi tas itu adalah barang-barang yang sudah tidak kita perlukan seperti: struk ATM yang sudah buram, bungkus tissue, bungkus permen, agenda/buku yang jarang dibaca,sekumpulan uang logam yang kotor, pen yang sudah macet, kumpulan tagihan kartu kredit bulan lalu, kertas brosur kadaluarsa dan sebagainya. Meskipun mungkin ringan,tetapi umumnya barang-barang yang tidak diperlukan itu terus menambah beban berat tas kita,sehingga kita sebaiknya menyortir dan membuang barang yang tidak berguna yang membebani tas kita.

My Mind, kadang mirip dengan My Bag diatas,pikiran kita (tanpa disadari) selama ini sering kita bebani dengan hal-hal yang tidak perlu : penyesalan masa lalu, kecewa, jengkel, iri, egois, kurang kooperatif, perasaan tidak puas atas kondisi yang terjadi,obsesi-obsesi yang kurang realistis,konflik keluarga dan sebagainya. Pikiran-pikiran yang tidak perlu itu akan terus membebani perjalanan hidup kita,sehingga dampaknya wajah akan kelihatan kurang bersinar, suntuk/jutek, stress, hidup kurang nyaman, dan yang paling parah adalah kita akan membenci hal-hal yang tak sesuai dengan kemauan kita.

09/09/12

Membalas Kejahatan dengan Kebaikan

Pada saat Berlin Timur & Berlin Barat berselisih, kedua negara itu dipisahkan oleh sebuah tembok raksasa sepanjang 165km x tinggi 3.6m, yang dibangun oleh Berlin Timur, dan dikenal sebagai Tembok Berlin. BerlinTimur selalu diidentitas sebagai daerah kekuasaan Soviet, sedangkan Berlin Barat diindetitas kekuasan Amerika. Kehidupan di kedua Berlin itu, sangat jauh berbeda, Berlin Timur sangat miskin dan ketinggalan, sedangkan Berlin Barat hidupnya makmur dan kaya. Karena melihat kehidupan Berlin Barat yang demikian majunya,ini telah menimbulkan kebencian dan keirian dari penduduk Berlin Timur. Suatu hari mereka mengumpulkan sejumlah Sampah lalu sengaja dibuang ke Berlin Barat, ini juga sebagai upaya provokasi untuk memperuncing konflik Blok Timur dan Blok Barat. Penduduk Berlin Barat tidak marah apalagi membalas dengan sampah yang dibuang ke wilayahnya. sebaliknya mereka mengumpulkan sejumlah makanan lezat lalu dilemparkan balik ke Berlin Timur. Dengan sengaja sebuah spanduk disisipkan di antara barang yang dilemparkan. Spanduk itu berbunyi “Terima kasih atas pemberian yg kalian miliki.Kami hanya bisa memberikan apa yang kami miliki. Semoga bisa bermanfaat saudara sebangsaku.” Penduduk Berlin Timur merasa sangat malu karena setelah memberikan sampah, malah dibalikin dengan diberi makanan, serta masih menganggap mereka sebangsa,maka semenjak hari itu mereka tidak pernah ada lagi terdengar ada sampah & kotoran2 yang dibuang ke Berlin Barat. Membalas kejahatan dengan kebaikan adalah hal yang paling bijak. Membalas setiap tindakan Balas Dendam, akan memancing tindakan balas dendam lainnya, sehingga akan

08/09/12

Kisah Pembeli Kue Manju

Pada suatu hari di sebuah kota kecil di Jepang, datanglah seorang Ibu berpakaian sederhana ke sebuah toko kue mewah di kota itu... Dia datang untuk membeli kue manju (kue yang terbuat dari kacang hijau berisi selai). Pelayan-pelayan toko itu sangat terkejut melihat Ibu itu, karena pakaiannya yang sangat sederhana menunjukkan bahwa dia orang miskin. Sementara toko itu adalah tempat berbelanja orang-orang kaya. Karena itu seorang pelayan dengan terburu-buru membungkus kue yang dipesan Ibu itu, dengan maksud supaya si Ibu bisa segera meninggalkan toko. Tapi belum sempat dia menyerahkan kue itu, seorang Bapak setengah baya melangkah keluar dari ruang dalam toko itu, Bapak itu adalah sang pemilik toko. “Tunggu, biarkan saya yang menyerahkannya.” Pemilik toko itu kemudian menyerahkan bungkusan kue kepada sang Ibu, sambil sang Ibu menyerahkan uang pembayaran. Pemilik toko itu membungkuk hormat, “Terima kasih atas kunjungan anda.” Setelah sang Ibu berlalu, pemilik toko itu berbalik dan menemukan pelayan-pelayan tokonya sedang memandangnya kebingungan. Karena dia memang sudah hampir tidak pernah lagi melayani pelanggan sendiri. “Saya harus melayaninya sendiri,” katanya, “Ibu tadi adalah seorang pembeli istimewa…” Pelayan-pelayan toko itu masih saling bertatapan kebingungan, tapi tak ada seorangpun yang berani bertanya. “Selama ini yang membeli kue di toko kita adalah orang-orang kaya. Mereka bisa membeli berapa saja dan kapan saja, sekalipun harga kue di toko kita agak mahal. Tapi Ibu tadi pasti harus mengorbankan sebagian penghasilannya yang tidak seberapa untuk bisa menikmati kue manju dari toko kita…Karena itulah dia harus dilayani dengan hormat!”

30/08/12

Kisah Burung dan Mawar Putih

Seekor burung jatuh cinta pada mawar putih. Burung pun berusaha mengungkapkan perasaannya.
Tapi mawar putih berkata,''aku tidak akan pernah mencintaimu'' Tapi burung tak pernah menyerah, setiap hari burung datang untuk bertemu dengan mawar putih.
Akhirnya mawar putih berkata,''aku akan mencintaimu, jika kamu dapat merubahku menjadi mawar merah !'' Dan suatu hari burung datang kembali, dia melukai sayap-sayapnya dan menebarkan darahnya kepada mawar putih, hingga mawar putih berubah menjadi merah''
Akhirnya mawar putih sadar, seberapa besarnya si burung mencintai dirinya, tetapi semuanya sudah terlambat, karena burung tak akan kembali lagi ke dunia''
Dia pergi untuk selama-lamanya, mawar putih pun menyesal, walau penyesalan itu tak berarti lagi. yang pergi tak mungkin kembali lagi.
Moral Cerita: Kadang kita baru sadar tentang arti cinta sejati setelah orang yang kita cintai pergi meninggalkan kita.
Orang bijak berkata : Menikahi orang yang kita cintai itu hal biasa. Yang luar biasa adalah mencintai orang yang kita nikahi.
Sekarang berjanjilah untuk menjaga orang yang kita cintai. Dan hari ini cukup indah untuk mengatakan cinta kita kepadanya, bukan ?!







INFO
KomSel





Komsel Setiap Hari Jumat Jam 20:00 WIB Tuhan Yesus Memberkati.

Semua Materi Bahan Sate diambil dari www.abbalove.org



ABBALOVE SERPONG
Ruko Jasmine Blok HA/1 No.2-6 Gading Serpong







God Bless You.

Daftar Blog Favorit