MURAHHHHH.....
-
DALI CHRYSANTHEMUM WITH HONEY
Teh bunga chrysanthemum dengan madu.
Khasiat dan kegunaan:
Memelihara kesehatan dan membantu meredakan sakit kepala dan pan...
Tampilkan postingan dengan label Komsel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Komsel. Tampilkan semua postingan
25/12/15
06/04/13
Victory

Rasul Yohanes menuliskan eskpresi kemenangan (victory) dari Yesus di atas kayu salib. Yohanes menerangkan bahwa, “Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: 'Sudah selesai.' Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya,”(Yohanes 19:30). Luar biasa. Kalimat "SUDAH SELESAI," adalah kalimat terakhir yang diucapkan oleh Yesus sebelum Ia menyerahkan nyawa-Nya, sebagai tanda KEMENANGAN. Selama Yesus hidup dalam dunia, kemenangan harus diraih melalui tiga tahap.
Pertama, Tuhan Yesus lolos dari rencana pembunuhan yang dilakukan oleh raja Herodes terhadap diriNya ketika ia lahir, sehingga anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah pun dibunuh. Ia berhasil menang terhadap rancangan manusia.
Kedua, Yesus meraih kemenangan setelah menyelesaikan puasa-Nya selama empat puluh hari dan empat puluh malam. Yesus menang atas pencobaan-pencobaan yang dilakukan oleh Iblis yang berusaha mencobai Dia. Ia berhasil menang atas rancangan iblis.
Ketiga, Yesus meraih kemenangan saat Ia berkata, “SUDAH SELESAI.” Ini merupakan puncak dari kemenangan Yesus atas tuntutan hutang dosa terhadap semua manusia. Ketika Yesus bangkit dari kematian, maka Ia berhasil melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas
mereka (Kolose 2:15).
Kemenangan Yesus tersebut bukan untuk diriNya sendiri, tetapi Ia telah memberikan kemenangan itu kepada KITA sebagai Tubuh-Nya (Gereja-Nya). Itulah yang tercatat dalam kitab Efesus 1:18-23. Ketika MAUT dikalahkan oleh Yesus, maka kita sebagai Tubuh Kristus tidak lagi dikuasai oleh maut. Kita menerima hidup kekal dalam Yesus. Dengan demikian, kita harus mengerti dan memahami kebenaran ini, bahwa hidup kita adalah hidup yang berkemenangan. Banyak orang Kristen yang tidak tahu tentang kebenaran ini, sehingga mereka suka jatuh-bangun dalam dosa. Mereka hidup dalam kekalahan yang terus-menerus, karena Yesus berkata, "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan
Kategori:
Komsel,
Pesan Pemimpin
13/10/12
Manfaat Hidup dalam Komunitas Sel
Tuhan tidak menciptakan manusia untuk hidup sendirian. Dia ingin kita berada dalam suatu komunitas orang-orang percaya yang lain. Bahkan di lingkungan yang sempurna dan tanpa dosa seperti Taman Eden Tuhan berkata, “tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja”. Tuhan sendiri menyatakan diri-Nya sebagai Allah Tritunggal, ini menggambarkan bahwa Dia sendiri ada dalam komunitas.
Sepanjang sejarah alkitab tidak ditemukan orang-orang pilihan Tuhan yang hidup menyendiri terpisah dari orang percaya yang lain dan menghilang dari persekutuan.
Terdapat minimal 23 ayat dalam perjanjian baru yang berisi perintah “saling”. Beberapa di antaranya ialah: saling mengasihi, saling mendoakan, saling menasihati, saling membangun, saling mengaku dosa, saling mengampuni, saling memperhatikan, dll. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya hidup dalam komunitas. Perintah “saling” di atas memerlukan lebih dari satu orang bisa melakukannya. Dengan kata lain itu hanya bisa dilakukan dalam suatu komunitas. Anda tidak bisa memperhatikan orang lain jika Anda hidup sendirian bukan?
Dalam bahasa Yunani kata saling berasal dari kata “allelon”. Kata ini memiliki dua arti. Pertama menyadari saya tidak bisa bertumbuh sendiri, dan kedua menyadari peran saya dalam pertumbuhan orang lain. Dengan kata lain allelon mengandung makna memberi dan menerima dalam komunitas sebagai bagian esensial dari perjalanan hidup rohani kita.
Beberapa manfaat hidup di dalam komunitas sel:
Digembalakan dengan lebih baik. Penggembalaan yang baik tidak dapat dilakukan dalam sebuah ibadah raya yang dihadiri ratusan orang. Tidak ada hubungan pribadi di situ atau pembicaraan dari hati ke hati. Itu hanya dapat dilakukan di dalam komsel.
Kesempatan mempraktekkan perintah saling. Dalam komunitas kecil inilah perintah-perintah saling di atas bisa dipraktekkan oleh Anda dan kepada Anda. Mengasihi dengan tidak egois, berbagi pengalaman dengan jujur, melayani dengan praktis, memberi dengan berkorban, menghibur dengan penuh simpati, dsb.
Sepanjang sejarah alkitab tidak ditemukan orang-orang pilihan Tuhan yang hidup menyendiri terpisah dari orang percaya yang lain dan menghilang dari persekutuan.
Terdapat minimal 23 ayat dalam perjanjian baru yang berisi perintah “saling”. Beberapa di antaranya ialah: saling mengasihi, saling mendoakan, saling menasihati, saling membangun, saling mengaku dosa, saling mengampuni, saling memperhatikan, dll. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya hidup dalam komunitas. Perintah “saling” di atas memerlukan lebih dari satu orang bisa melakukannya. Dengan kata lain itu hanya bisa dilakukan dalam suatu komunitas. Anda tidak bisa memperhatikan orang lain jika Anda hidup sendirian bukan?
Dalam bahasa Yunani kata saling berasal dari kata “allelon”. Kata ini memiliki dua arti. Pertama menyadari saya tidak bisa bertumbuh sendiri, dan kedua menyadari peran saya dalam pertumbuhan orang lain. Dengan kata lain allelon mengandung makna memberi dan menerima dalam komunitas sebagai bagian esensial dari perjalanan hidup rohani kita.
Beberapa manfaat hidup di dalam komunitas sel:
Digembalakan dengan lebih baik. Penggembalaan yang baik tidak dapat dilakukan dalam sebuah ibadah raya yang dihadiri ratusan orang. Tidak ada hubungan pribadi di situ atau pembicaraan dari hati ke hati. Itu hanya dapat dilakukan di dalam komsel.
Kesempatan mempraktekkan perintah saling. Dalam komunitas kecil inilah perintah-perintah saling di atas bisa dipraktekkan oleh Anda dan kepada Anda. Mengasihi dengan tidak egois, berbagi pengalaman dengan jujur, melayani dengan praktis, memberi dengan berkorban, menghibur dengan penuh simpati, dsb.
Kategori:
Artikel,
info komsel,
Komsel,
Renungan,
Rohani
30/04/09
Virus yang Menyerang Komsel

Komsel adalah salah satu penopang dalam kesehatan dan pertumbuhan gereja. Gereja-gereja yang mengalami pertumbuhan fantastis sebagian besar didukung dengan berkembangnya bahkan meledaknya jumlah komsel. Tetapi ternyata komsel juga tidak lepas dari serangan virus-virus yang akan melumpuhkannya. Mungkin komselnya sendiri tidak sampai bubar, tetapi menjadi tidak efektif lagi.
Virus-virus yang Menyerang Komsel
Komsel memang lagi mengalami booming di gereja-gereja di Indonesia. Nyaris tidak ada gereja yang tidak mempunyai komunitas sel. Komsel adalah tempat pembinaan dengan jumlah peserta yang biasanya berkisar antara 7 sd 12 orang. Acaranya biasanya berkisar nyanyi, belajar firman, dan sharing. Memang, menurut pakar pertumbuhan gereja Christian A. Schwarz, Komsel adalah salah satu penopang dalam kesehatan dan pertumbuhan gereja. Gereja-gereja yang mengalami pertumbuhan fantastis sebagian besar didukung dengan berkembangnya bahkan meledaknya jumlah komsel.
Tetapi ternyata komsel juga tidak lepas dari serangan virus-virus yang akan melumpuhkannya. Mungkin komselnya sendiri tidak sampai bubar, tetapi menjadi tidak efektif lagi. Ada beberapa virus yang sangat berbahaya bagi komsel.
Pertama, virus kesombongan. Virus ini mengakibatkan anggota komsel mempunyai mental guru dan bukan murid. Merasa lebih rohani dari anggota-anggota lain, selalu ingin mengajar dan tidak pernah mau belajar, banyak cerita tentang hal-hal spektakuler demi pengakuan adalah ciri-ciri orang yang telah terserang virus kesombongan. Kalau ini terjadi, pasti suasana komsel jadi ngga nyaman. Karena komsel khan mestinya jadi ajang saling belajar dan bertumbuh bersama. Biasanya mereka yang menjadi sasaran empuk virus ini adalah jenis manusia yang sedang menutupi sesuatu dari hidup mereka. Menutupi kekurangan dengan membesar-besarkan diri. Lebih payah lagi kalau justru pemimpin Komsel yang terkena virus ini. Kadangkala kesombongan ini dirasionalisasikan dengan jabatan ketua. Tetapi sebenarnya bukankah menjadi ketua dengan segala kelebihan tidak berarti punya hak untuk sombong? Bukankah Yesus Kristus telah memberi contoh tentang kepemimpinan yang sejati. Pemimpin yang pelayan.
Virus kedua yang tak kalah bahayanya adalah dusta. Dusta berarti mengatakan bukan yang sebenarnya. Kalau virus ini menyerang anggota komsel, wah repot deh. Para anggota jadi membesar-besarkan diri. Cerita tentang pengalaman supranatural yang sebenarnya tidak pernah terjadi. Kenapa bisa jadi begini? Virus dusta ini sangat berpotensi menyerang mereka yang rindu mendapatkan pengakuan. Rada mirip dengan virus yang pertama dan memang seringkali jadi satu paket seperti flu dan sakit kepala. Di sisi lain, virus ini juga kadangkala menyerang mereka yang rindu banget mendapatkan perhatian. Ada yang sampai mengarang cerita palsu, supaya dikasihani dan diberi bantuan keuangan oleh anggota komsel lainnya. Nah, kalau sudah ada dusta di antara kita, mengapa mempertahankan sebuah komsel?
Virus yang ketiga yang tak kalah berbahaya adalah tidak sanggup menjaga rahasia. Alias bocor mulut atau ember. Mestinya apa yang disharekan dalam komsel khan rahasia antar anggota saja? Tapi kadangkala jadi nyebar kesana kemari. Alasannya sih mungkin terdengar rohani : jadi pokok doa, tapi intinya ya sami mawon jadi bahan gosip. Parahnya lagi, kalau virus ini menyerang salah seorang anggota komsel saja, maka anggota-anggota lain akan terkena dampaknya secara langsung. Anggota-anggota lain itu menjadi enggan bercerita dari hati.
Kategori:
info komsel,
Komsel,
Pelajaran
Mengenali 6 Penyakit Mematikan KOMSEL
Komsel adalah sebuah persekutuan dalam lingkup kecil. Diharapkan melalui persekutuan ini, setiap orang percaya dapat saling membangun kerohanian, saling menopang satu dengan lainnya dan mengalami Kristus secara nyata melalui sharing firman, pujian penyembahan dan sharing kehidupan antar anggotanya. Di dalam unit terkecil ini dapat berlangsung pembinaan dan pemuridan secara lebih efektif lagi terhadap anggota gereja yang jemaatnya ratusan bahkan ribuan, yang tidak mungkin terjangkau melalui penggembalaan terpusat. Bahkan, melalui kelompok kecil ini, gereja dapat mengalami pelipatgandaan jemaat melalui jiwa-jiwa baru yang dimenangkan melalui komsel. Dengan demikian, komsel dapat menjadi sebuah unit pemuridan dan pelipatgandaan gereja, jika komsel tersebut benar-benar dijalankan sebagaimana mestinya.
Faktanya, ada beberapa gereja yang komselnya mengalami stagnasi untuk kemudian mati secara perlahan. Komsel berubah menjadi komunitas yang gagal membuat tiap anggotanya mengalami pertumbuhan rohani bahkan tidak terjadi multiplikasi. Anggota komsel juga enggan mengikuti komsel dan tidak terbeban terhadap jiwa-jiwa baru. Komsel berubah menjadi arena kumpul-kumpul belaka yang tidak punya tujuan. Bertolak belakang dengan keinginan menjadikan komsel sebagai ujung tombak penanaman jiwa-jiwa baru ke dalam gereja. Hal demikian terjadi karena komsel, seharusnya menjadi unit sehat terkecil dalam tubuh (baca: gereja), menderita penyakit kronis yang harus segera ditangani.
Ada dua jenis penyakit yang menghalangi pertumbuhan sebuah komsel. Ada yang disebut terminal illnes atau penyakit tak tersembuhkan. Jika sebuah komsel terkena penyakit ini, maka komsel tersebut dipastikan akan mati dan tidak punya harapan lagi untuk bertumbuh. Tetapi ada jenis penyakit lain yang juga tersembuhkan. Artinya jika jenis penyakit ini menjangkiti sebuah komsel dan mendapat penanganan serius, maka komsel yang semula sakit (gagal dalam pemuridan dan pelipatgandaan) dapat berubah menjadi
sehat kembali. Komsel yang sakit tidak memperlihatkan tanda-tanda hidup didalamnya. Kehidupan itu ditandai dengan :
- Antusiasnya anggota komsel untuk berkomsel
- Antusiasnya anggota untuk bersaksi tentang Kristus
- Antusiasnya anggota untuk mengalami perjumpaan dengan Kristus
- Antusiasnya anggota untuk mendapatkan jiwa-jiwa baru untuk pelipatgandaan
Berikut ini beberapa penyakit yang dapat mematikan sebuah komsel
1. Syndrom Persekutuan
Penyakit ini termasuk di dalam golongan penyakit mematikan. Hal ini terjadi karena setiap anggota komsel terlalu erat di dalam persekutuan sehingga tertutup terhadap pendatang baru. Mereka juga enggan membelah dan terlalu mengagungkan persekutuan yang ada. Mereka lupa bahwa komsel yang hidup harus memperlihatkan tanda-tanda pelipatgandaan. Dan itu hanya bisa terjadi melalui kedatangan jiwa-jiwa baru. Komsel dengan penyakit seperti ini justru bertindak sebaliknya. Setiap jiwa baru dicurigai dan ditolak. Ada batas-batas antara anggota komsel dan jiwa baru. Akibatnya, jiwa baru tidak mendapat tempat di dalam komunitas. Padahal, kita semua mengerti bahwa komsel adalah lingkup komunitas terkecil untuk bisa bertumbuh.
2. Kepemimpinan yang Lemah
Komsel dapat sakit karena pemimpin di dalam komsel tersebut, dalam hal ini PKS, gagal memimpin dengan baik dan dengan seharusnya. Hal ini terjadi karena PKS
Faktanya, ada beberapa gereja yang komselnya mengalami stagnasi untuk kemudian mati secara perlahan. Komsel berubah menjadi komunitas yang gagal membuat tiap anggotanya mengalami pertumbuhan rohani bahkan tidak terjadi multiplikasi. Anggota komsel juga enggan mengikuti komsel dan tidak terbeban terhadap jiwa-jiwa baru. Komsel berubah menjadi arena kumpul-kumpul belaka yang tidak punya tujuan. Bertolak belakang dengan keinginan menjadikan komsel sebagai ujung tombak penanaman jiwa-jiwa baru ke dalam gereja. Hal demikian terjadi karena komsel, seharusnya menjadi unit sehat terkecil dalam tubuh (baca: gereja), menderita penyakit kronis yang harus segera ditangani.
Ada dua jenis penyakit yang menghalangi pertumbuhan sebuah komsel. Ada yang disebut terminal illnes atau penyakit tak tersembuhkan. Jika sebuah komsel terkena penyakit ini, maka komsel tersebut dipastikan akan mati dan tidak punya harapan lagi untuk bertumbuh. Tetapi ada jenis penyakit lain yang juga tersembuhkan. Artinya jika jenis penyakit ini menjangkiti sebuah komsel dan mendapat penanganan serius, maka komsel yang semula sakit (gagal dalam pemuridan dan pelipatgandaan) dapat berubah menjadi
sehat kembali. Komsel yang sakit tidak memperlihatkan tanda-tanda hidup didalamnya. Kehidupan itu ditandai dengan :
- Antusiasnya anggota komsel untuk berkomsel
- Antusiasnya anggota untuk bersaksi tentang Kristus
- Antusiasnya anggota untuk mengalami perjumpaan dengan Kristus
- Antusiasnya anggota untuk mendapatkan jiwa-jiwa baru untuk pelipatgandaan
Berikut ini beberapa penyakit yang dapat mematikan sebuah komsel
1. Syndrom Persekutuan
Penyakit ini termasuk di dalam golongan penyakit mematikan. Hal ini terjadi karena setiap anggota komsel terlalu erat di dalam persekutuan sehingga tertutup terhadap pendatang baru. Mereka juga enggan membelah dan terlalu mengagungkan persekutuan yang ada. Mereka lupa bahwa komsel yang hidup harus memperlihatkan tanda-tanda pelipatgandaan. Dan itu hanya bisa terjadi melalui kedatangan jiwa-jiwa baru. Komsel dengan penyakit seperti ini justru bertindak sebaliknya. Setiap jiwa baru dicurigai dan ditolak. Ada batas-batas antara anggota komsel dan jiwa baru. Akibatnya, jiwa baru tidak mendapat tempat di dalam komunitas. Padahal, kita semua mengerti bahwa komsel adalah lingkup komunitas terkecil untuk bisa bertumbuh.
2. Kepemimpinan yang Lemah
Komsel dapat sakit karena pemimpin di dalam komsel tersebut, dalam hal ini PKS, gagal memimpin dengan baik dan dengan seharusnya. Hal ini terjadi karena PKS
Kategori:
info komsel,
Komsel,
Pelajaran
17/01/09
Essensi Komsel
ESENSI KOMSEL :
1.Bawa orang kepada Tuhan (Kol. 1:28-29) (Truth Encounter)
2.Bangun hubungan (Love Encounter)
3.Ada ”Kuasa” yang bekerja (Power Encounter)
SHARING di KOMSEL:
1.Sharing Pengalaman
Jangan sharing masalah/problem. Sharingkan pengalaman dengan Tuhan dalam minggu ini. Maka isinya adalah bersyukur dan kesaksian hidup.
2.Sharing Pendapat
Pilih satu bagian Firman Tuhan, jika tidak ada bahan dari Pusat, bisa menggunakan bahan Saat Teduh. Dibaca, dan sharingkan Firman ini bicara apa untuk Anda ? Catat
setiap pendapat kita dan teman kita. PKS / orang yang ditunjuk memimpin renungan membuat Evaluasi & Kesimpulan atas Sharing Pendapat tiap kelompok.
3.Sharing Profetik
Aplikasi Firman ke hidup kita. ”Apa yang akan Anda lakukan ?”. Cerita komitmen apa yang dibuat ?
Segera lakukan dengan dukungan rekan komsel jika perlu. Misal komitmen bangun pagi, rekan komsel bisa bantu SMS jam 5 pagi.
Dukungan bisa dalam bentuk doa.
FUNGSI UTAMA KOMSEL:
1.PENYEMBAHAN : Membangun hubungan seseorang dengan Tuhan
Kita butuh membawa orang-orang untuk menghidupi hidup mereka lewat hubungan dengan Tuhan. “Bukan aku sendiri yang hidup, tetapi Kristus yang hidup di dalam aku.” Komsel harus membangun setiap orang dengan hubungan yang kuat dengan Tuhan. Disiplin SAAT TEDUH 4 M
2.HIDUP BERKOMUNITAS : Membangun hubungan orang percaya dengan satu sama lain
Komsel dapat menjadi sebuah Program jika hanya mengandalkan acara pertemuan hari komsel 2.5 jam seminggu. Komsel yang akan bertumbuh tergantung kepada kualitas hubungan sesama anggota di luar hari komsel. Kualitas hubungan atau Kehidupan komsel adalah komunitas yang mengasihi dan peduli, yang Tuhan sudah rencanakan untuk kita hidupi. Yesus mati untuk membuat hal ini menjadi mungkin: hidup dalam kesatuan dan kerukunan. Kuncinya adalah KETERBUKAAN dan CARE
3.BERSAKSI : Membangun hubungan orang percaya dengan dunia
Sebuah komsel harus mempunyai pandangan untuk keluar/menjangkau. Ladang pelayanan sesungguhnya ada di dunia luar, bukan di komsel. Komsel hanyalah tempat latihan pelayanan. Yesus memberi waktu diantara orang-orang yang belum percaya. Sesudah mereka percaya, mereka ada di komunitas sel, tempat dimana mereka dikasihi, dinasihati, diajar, dan diutus keluar untuk melayani Tuhan di luar.
4.MELENGKAPI SETIAP ORANG PERCAYA : Setiap anggota komsel melayani Tuhan
Setiap orang harus melayani sebagai tanda kedewasaan seorang MURID KRISTUS. Kita tidak akan membiarkan siapapun melewatkan berkat dari Tuhan yang datang ketika ada orang yang mau memberikan hidupnya untuk orang lain. Maka dari itu, setiap orang harus dilatih dan diperlengkapi untuk melayani.
1.Bawa orang kepada Tuhan (Kol. 1:28-29) (Truth Encounter)
2.Bangun hubungan (Love Encounter)
3.Ada ”Kuasa” yang bekerja (Power Encounter)
SHARING di KOMSEL:
1.Sharing Pengalaman
Jangan sharing masalah/problem. Sharingkan pengalaman dengan Tuhan dalam minggu ini. Maka isinya adalah bersyukur dan kesaksian hidup.
2.Sharing Pendapat
Pilih satu bagian Firman Tuhan, jika tidak ada bahan dari Pusat, bisa menggunakan bahan Saat Teduh. Dibaca, dan sharingkan Firman ini bicara apa untuk Anda ? Catat
setiap pendapat kita dan teman kita. PKS / orang yang ditunjuk memimpin renungan membuat Evaluasi & Kesimpulan atas Sharing Pendapat tiap kelompok.
3.Sharing Profetik
Aplikasi Firman ke hidup kita. ”Apa yang akan Anda lakukan ?”. Cerita komitmen apa yang dibuat ?
Segera lakukan dengan dukungan rekan komsel jika perlu. Misal komitmen bangun pagi, rekan komsel bisa bantu SMS jam 5 pagi.
Dukungan bisa dalam bentuk doa.
FUNGSI UTAMA KOMSEL:
1.PENYEMBAHAN : Membangun hubungan seseorang dengan Tuhan
Kita butuh membawa orang-orang untuk menghidupi hidup mereka lewat hubungan dengan Tuhan. “Bukan aku sendiri yang hidup, tetapi Kristus yang hidup di dalam aku.” Komsel harus membangun setiap orang dengan hubungan yang kuat dengan Tuhan. Disiplin SAAT TEDUH 4 M
2.HIDUP BERKOMUNITAS : Membangun hubungan orang percaya dengan satu sama lain
Komsel dapat menjadi sebuah Program jika hanya mengandalkan acara pertemuan hari komsel 2.5 jam seminggu. Komsel yang akan bertumbuh tergantung kepada kualitas hubungan sesama anggota di luar hari komsel. Kualitas hubungan atau Kehidupan komsel adalah komunitas yang mengasihi dan peduli, yang Tuhan sudah rencanakan untuk kita hidupi. Yesus mati untuk membuat hal ini menjadi mungkin: hidup dalam kesatuan dan kerukunan. Kuncinya adalah KETERBUKAAN dan CARE
3.BERSAKSI : Membangun hubungan orang percaya dengan dunia
Sebuah komsel harus mempunyai pandangan untuk keluar/menjangkau. Ladang pelayanan sesungguhnya ada di dunia luar, bukan di komsel. Komsel hanyalah tempat latihan pelayanan. Yesus memberi waktu diantara orang-orang yang belum percaya. Sesudah mereka percaya, mereka ada di komunitas sel, tempat dimana mereka dikasihi, dinasihati, diajar, dan diutus keluar untuk melayani Tuhan di luar.
4.MELENGKAPI SETIAP ORANG PERCAYA : Setiap anggota komsel melayani Tuhan
Setiap orang harus melayani sebagai tanda kedewasaan seorang MURID KRISTUS. Kita tidak akan membiarkan siapapun melewatkan berkat dari Tuhan yang datang ketika ada orang yang mau memberikan hidupnya untuk orang lain. Maka dari itu, setiap orang harus dilatih dan diperlengkapi untuk melayani.
05/11/08
Penghalang Komsel Tidak Multiplikasi
Ada beberapa faktor mengapa komsel tidak bermultiplikasi, yakni:
1. KARENA TIDAK MEMILIKI VISI
Seringkali hal utama yang menjadi penghambat sebuah komsel bermultiplikasi adalah karena komsel tidak memiliki visi untuk bermultiplikasi. Banyak komsel yang tidak mempunyai fokus untuk bermultiplikasi. Komsel yang tidak multiplikasi dapat diumpamakan seperti benih atau visi komsel yang bermultiplikasi, tetapi karena jatuh di tanah yang berbatu-batu, maka visi atau benih itu hilang.
Yesus berkata,”Orang-orang yang di pinggir jalan, tempat firman itu ditaburkan, ialah mereka yang mendengar firman, lalu datanglah Iblis dan mengambil firman yang baru ditaburkan di dalam mereka, “(Mark 4:15). Jadi, Yesus mengatakan bahwa kita yang mengerti visi berbeda dengan orang yang tahu visi. Orang yang tahu visi belum tentu menangkap visi, tetapi mereka yang menangkap visi pastilah merindukan komselnya bermultiplikasi.
2. KARENA TIDAK TURUN KE LAPANGAN
Apabila kita tidak pernah turun ke lapangan untuk melihat jiwa-jiwa, maka komsel akan mengambang terus menerus. Kita harus turun langsung ke lapangan untuk melihat kebutuhan yang ada sehingga kita bisa bermultiplikasi. Jalan keluarnya adalah
Mission Trip. Setiap komsel harus mengadakan Mission Trip yakni belajar memberi dan terbeban bagi jiwa-jiwa yang terhilang.
3. TIDAK MENGGERAKKAN JIWA BARU
Komsel jarang sekali menggerakkan jiwa baru yang usia rohaninya di bawah dua tahun. Menurut survey, jikalau seorang Kristen yang baru bertobat sampai dua tahun usia rohaninya dan tidak pernah memenangkan jiwa, maka biasanya mereka akan sulit untuk memenangkan jiwa. Karena setelah dua tahun, maka apinya dapat padam. Atau meskipun ia mempunyai api, tetapi kebanyakan ia tidak mempunyai kontak dengan orang luar sehingga ia akan susah untuk memenangkan jiwa baru.
Ketika seseorang semakin lama di dalam Tuhan, maka struktur oikos atau tempat pergaulannya berubah. Misalnya pendeta akan memiliki oikos pendeta, sehingga sukar menjangkau jiwa baru. Sebab setelah dua tahun, maka hanya orang yang memiliki karunia penginjilan, yang tetap berapi-api untuk menginjil, sedangkan yang lain padam, sebab kemampuan penginjilan mereka sudah padam,
4. TIDAK MEMPUNYAI PEMIMPIN BARU
Kita tidak mempunyai pemimpin baru dengan berbagai alasan. Salah satunya adalah kita melihat rumput (pemimpin) di tetangga lebih hijau dari rumput kita sendiri. Maksudnya bahwa ada potensi kepemimpinan ada di dalam komsel kita, tetapi kita sering melihat bahwa komsel lain yang memiliki banyak pemimpin. Hal ini yang menghambat kita untuk mempunyai pemimpin baru yang dapat kita bangkitkan lagi. Inilah harapan kita untuk mempunyai harapan baru.
Jalan keluar untuk memiliki pemimpin baru adalah buatlah target dan kemudian latihlah mereka untuk memimpin. Cara melatihnya adalah ajak mereka untuk melihat ketika saudara memimpin komsel, mengusir setan-setan dan mengadakan bezuk jiwa-jiwa.
5. TIDAK BERANI MENCOBA CARA YANG BARU
Kita tidak berani untuk mencoba cara-cara di dalam komsel, padahal kita harus kreatif dan tidak terlalu kaku. Kita bisa memultiplikasikan komsel kita dengan cara melakukan rintisan atau bisa juga PKS (pemimpin kelompok sel) yang memegang dua komsel sekaligus sambil mempersiapkan yang baru. Kita harus memultiplikasikan selnya serta mementor sel yang baru. Kemudian beberapa sel yang ada ini membentuk jaringan komunitas sel.
Sistem kita adalah dua atau tiga orang berkumpul, jadilah satu komit (komunitas inti), sedangkan dua atau tiga komit berkumpul, jadilah satu komsel. Kemudian komsel bermultiplikasi dua atau tiga berkumpul, jadilah satu Jaringan Komunitas Sel. Sasaran kita adalah memiliki Jaringan Komunitas Sel, dengan demikian masalah dapat dipecahkan bersama.
6. TIDAK SANGGUP MENGHADAPI PROBLEM
Banyak PKS yang mau mengundurkan diri karena tidak sanggup menghadapi masalah. Yesus menjelaskan tentang visi atau benih yang terhimpit oleh masalah sampai mati. Katanya, “Dan yang lain ialah yang ditaburkan di tengah semak duri, itulah yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah, (Mark 4:18-19). Hal ini menunjukkan bahwa pembunuh terbesar dari buah yang kita hasilkan adalah kekuatiran. Banyak PKS kuatir karena hal-hal yang terjadi dalam komsel.
Masalah bukan penghalang untuk kita berbuah, tetapi menjadi prasyarat untuk mengalami mukjizat Tuhan. Problem adalah sarana, kendaraan dan alat untuk kita melihat mukjizat Tuhan sebelum kita menghadapi masalah yang menghadang di depan kita. Jangan kalah terhadap masalah, tetapi kalahkanlah masalah dengan nama Tuhan.
Indikasi pengukur komsel yang multiplikasi adalah: Seberapa rindukah anggota komselnya bermultiplikasi? Jalan keluar: mereka harus mendengarkan visi berulang-ulang. Agar anggota komsel menangkap visi, maka visi harus disampaikan berulang-ulang. Apakah visi multiplikasi disampaikan setiap kali ada komsel ? Mereka yang tidak mendengar tidak akan memiliki iman.
Mari kita miliki kerinduan agar komsel kita bermultiplikasi dan menghasilkan banyak murid sejati.
1. KARENA TIDAK MEMILIKI VISI
Seringkali hal utama yang menjadi penghambat sebuah komsel bermultiplikasi adalah karena komsel tidak memiliki visi untuk bermultiplikasi. Banyak komsel yang tidak mempunyai fokus untuk bermultiplikasi. Komsel yang tidak multiplikasi dapat diumpamakan seperti benih atau visi komsel yang bermultiplikasi, tetapi karena jatuh di tanah yang berbatu-batu, maka visi atau benih itu hilang.
Yesus berkata,”Orang-orang yang di pinggir jalan, tempat firman itu ditaburkan, ialah mereka yang mendengar firman, lalu datanglah Iblis dan mengambil firman yang baru ditaburkan di dalam mereka, “(Mark 4:15). Jadi, Yesus mengatakan bahwa kita yang mengerti visi berbeda dengan orang yang tahu visi. Orang yang tahu visi belum tentu menangkap visi, tetapi mereka yang menangkap visi pastilah merindukan komselnya bermultiplikasi.
2. KARENA TIDAK TURUN KE LAPANGAN
Apabila kita tidak pernah turun ke lapangan untuk melihat jiwa-jiwa, maka komsel akan mengambang terus menerus. Kita harus turun langsung ke lapangan untuk melihat kebutuhan yang ada sehingga kita bisa bermultiplikasi. Jalan keluarnya adalah
Mission Trip. Setiap komsel harus mengadakan Mission Trip yakni belajar memberi dan terbeban bagi jiwa-jiwa yang terhilang.
3. TIDAK MENGGERAKKAN JIWA BARU
Komsel jarang sekali menggerakkan jiwa baru yang usia rohaninya di bawah dua tahun. Menurut survey, jikalau seorang Kristen yang baru bertobat sampai dua tahun usia rohaninya dan tidak pernah memenangkan jiwa, maka biasanya mereka akan sulit untuk memenangkan jiwa. Karena setelah dua tahun, maka apinya dapat padam. Atau meskipun ia mempunyai api, tetapi kebanyakan ia tidak mempunyai kontak dengan orang luar sehingga ia akan susah untuk memenangkan jiwa baru.
Ketika seseorang semakin lama di dalam Tuhan, maka struktur oikos atau tempat pergaulannya berubah. Misalnya pendeta akan memiliki oikos pendeta, sehingga sukar menjangkau jiwa baru. Sebab setelah dua tahun, maka hanya orang yang memiliki karunia penginjilan, yang tetap berapi-api untuk menginjil, sedangkan yang lain padam, sebab kemampuan penginjilan mereka sudah padam,
4. TIDAK MEMPUNYAI PEMIMPIN BARU
Kita tidak mempunyai pemimpin baru dengan berbagai alasan. Salah satunya adalah kita melihat rumput (pemimpin) di tetangga lebih hijau dari rumput kita sendiri. Maksudnya bahwa ada potensi kepemimpinan ada di dalam komsel kita, tetapi kita sering melihat bahwa komsel lain yang memiliki banyak pemimpin. Hal ini yang menghambat kita untuk mempunyai pemimpin baru yang dapat kita bangkitkan lagi. Inilah harapan kita untuk mempunyai harapan baru.
Jalan keluar untuk memiliki pemimpin baru adalah buatlah target dan kemudian latihlah mereka untuk memimpin. Cara melatihnya adalah ajak mereka untuk melihat ketika saudara memimpin komsel, mengusir setan-setan dan mengadakan bezuk jiwa-jiwa.
5. TIDAK BERANI MENCOBA CARA YANG BARU
Kita tidak berani untuk mencoba cara-cara di dalam komsel, padahal kita harus kreatif dan tidak terlalu kaku. Kita bisa memultiplikasikan komsel kita dengan cara melakukan rintisan atau bisa juga PKS (pemimpin kelompok sel) yang memegang dua komsel sekaligus sambil mempersiapkan yang baru. Kita harus memultiplikasikan selnya serta mementor sel yang baru. Kemudian beberapa sel yang ada ini membentuk jaringan komunitas sel.
Sistem kita adalah dua atau tiga orang berkumpul, jadilah satu komit (komunitas inti), sedangkan dua atau tiga komit berkumpul, jadilah satu komsel. Kemudian komsel bermultiplikasi dua atau tiga berkumpul, jadilah satu Jaringan Komunitas Sel. Sasaran kita adalah memiliki Jaringan Komunitas Sel, dengan demikian masalah dapat dipecahkan bersama.
6. TIDAK SANGGUP MENGHADAPI PROBLEM
Banyak PKS yang mau mengundurkan diri karena tidak sanggup menghadapi masalah. Yesus menjelaskan tentang visi atau benih yang terhimpit oleh masalah sampai mati. Katanya, “Dan yang lain ialah yang ditaburkan di tengah semak duri, itulah yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah, (Mark 4:18-19). Hal ini menunjukkan bahwa pembunuh terbesar dari buah yang kita hasilkan adalah kekuatiran. Banyak PKS kuatir karena hal-hal yang terjadi dalam komsel.
Masalah bukan penghalang untuk kita berbuah, tetapi menjadi prasyarat untuk mengalami mukjizat Tuhan. Problem adalah sarana, kendaraan dan alat untuk kita melihat mukjizat Tuhan sebelum kita menghadapi masalah yang menghadang di depan kita. Jangan kalah terhadap masalah, tetapi kalahkanlah masalah dengan nama Tuhan.
Indikasi pengukur komsel yang multiplikasi adalah: Seberapa rindukah anggota komselnya bermultiplikasi? Jalan keluar: mereka harus mendengarkan visi berulang-ulang. Agar anggota komsel menangkap visi, maka visi harus disampaikan berulang-ulang. Apakah visi multiplikasi disampaikan setiap kali ada komsel ? Mereka yang tidak mendengar tidak akan memiliki iman.
Mari kita miliki kerinduan agar komsel kita bermultiplikasi dan menghasilkan banyak murid sejati.
Kategori:
info komsel,
Komsel,
Pelajaran
31/10/08
Dasar dan Prinsip Komunitas Sel

Ada beberapa Dasar dan Prinsip komunitas sel yang harus dipegang untuk kesuksesan kehidupan dan multiplikasi sel.
12 Dasar Komsel :
Dasar ke-1
"Setiap Jemaat Bisa Menjadi Pemimpin Kelompok Sel (PKS)”
• Sejak semula Allah menciptakan manusia untuk menjadi pemimpin (Kejadian 1:26)
• Setiap orang percaya sudah diberi potensi oleh Allah.
• Anda tidak perlu karunia khusus untuk menjadi PKS (Markus 16:17-18).
• Setiap anak yang sudah dewasa dapat membangun keluarga baru.
• Setiap benih memiliki potensi untuk tumbuh yang belajar, pada akhirnya akan dapat memimpin.
• Setiap orang percaya seharusnya menjadi PKS
Dasar ke-2 :
"Setiap Orang Bisa Memuridkan Sampai Dua Belas”
Memuridkan 12 orang secara khusus adalah “kapasitas” kemampuan kita untuk memuridkan, yang diajarkan Tuhan Yesus. 12 adalah jumlah pelipatgandaan yang dipakai Allah untuk menggenapi visi (Kejadian 12:1)
Dasar ke-3
"Seseorang baru termasuk dalam 'duabelasmu' hanya jika orang tersebut telah membuka kelompok sel."
Kebutuhan seorang PKS dan nggota kelompok sel biasa sanggat berbeda. Seorang PKS membutuhkan perlengkapan untuk memperlengkapi dirinya sendiri dan orang-orang yang dipimpinnya.
Dasar ke-4
"Setiap Orang Dimuridkan dan Memuridkan"
Hukum Alam: Memberi dan Menerima. Seorang murid tidk boleh hanya dimuridkan tetapi dia juga harus memuridkan. Visi dan pengajaran akan berhenti dan tidak berkembang jika anggota dibawahnya tidak pernah memuridkan.
Dasar ke-5
"Setiap Orang Harus Menyelamatkan Jiwa-jiwa dan Mengembangkannya Menjadi PKS”
(Lukas 8:1)
Kelompok sel adalah tempat untuk pengnjilan. Anggota kelompok sel tidak hanya dari anggota gereja, tetapi juga dari orang yang belum mengenal Allah yang diselamatkan.
Dasar ke-6
Kelompok Sel Dikembangkan Dengan Cara Homogen”
Kelompok sel tidak hanya dibatasi wilayah. Setiap kelompok sel bisa mengembangkan kelompok selnya dengan orang-orang yang cocok satu sama lain. Orang-orang yang mempunyai kesamaan.
Dasar ke-7
Dua Belasmu adalah Asistenmu”
Seorang PKS akan mengimpartasikan karunia, pengurapan, pengalaman dan hidupnya kepada duabelas muridnya. Sehingga akhirnya mereka bisa menjadi asisten-asisten yang siap membantu anda.
Dasar ke-8
Tiga Jenis Kelompok Sel
• Kelompok Sel Jemaat : semua anggotanya belum membuka kelompok sel
• Kelompok Sel Campuran : sebagian anggotanya sudah membuka kelompok sel sendiri
• Kelompok Sel Pemimpin : semua anggotanya sudah membuka kelompok sel
Dasar ke-9
"Lima Tanggung Jawab Pemimpin Kelompok Sel (PKS)”
• Menyelamatkan Jiwa-jiwa (Lukas 19:10)
• Memperjuangkan setiap anggotanya menjadi PKS (Matius 28:19-20a)
• Membantu Kelompok Sel murid-muridnya (Matius 28:20b)
• Mengembangkan dan mengawasi seluruh jajaran kelompok sel dibawahnya
• Tunduk dan taat pada Tuhan dan pemimpin (Yosua 1:16-17)
Dasar ke-10
"PKS Yang Tidak Bisa Menjalankan Tugasnya Bisa Diganti Oleh Yang Lain”
Seperti halnya dalam keluarga, jika seorang ayah meninggal dunia, maka fungsinya bisa digantikan oleh ibu, atau anak yang paling besar. Dalam perjanjian Baru, Yudas yang tidak bisa melanjutkan tugasnya digantikan oleh Matias.
Dasar ke-11
"Kuasa dan Mujizat Roh Kudus Harus Diijinkan Berkarya Dengan Dahsyat Dalam Kelompok Sel” (Matius 10:1; Markus 3:13-15)
Tanda-tanda orang percaya, mereka akan disertai dengan kuasa dan mujizat (Markus 16:17-18), maka dalam kebaktian raya ataupun dalam kelompok sel, kuasa dan mujizat Roh Kudus harus sungguh-sungguh dipercayai dan diijinkan berkarya dengan dahsyat.
Dasar ke-12
"Kelompok Sel Adalah Keluarga Allah/Keluarga Rohani”
Kelompok sel adalah kelompok kecil dengan hubungan sebuah keluarga. Pengertian kelompok sel sebagai keluarga secara rohani sangat penting, sebab pengertian ini akan sangat menolong anda menjalankan kelompok sel jauh lebih baik.
7 Prinsip Komsel
1. Hubungan Tidak Perlu Diecah
Multiplikasi Prinsip 12 tidak dengan cara dipecah atau dibelah tetapi setiap anggota diajar dan dilatih untuk bisa membuka kelompok sel sendiri. Setiap orang masih memiliki sel induk yang solid dan mantap dalam Tuhan.
2. Pertumbuhan kelompok sel tidak terbatas wilayah
Perkembangan Kelompok Sel tidak berdasarkan wilayah tetapi berdasarkan prinsip homogen, sehingga setiap kelompok sel memiliki kesempatan seluasnya untuk mengembangkan kelompok selnya.
3. TIidak Salah Mengangkat PKS
Calon PKS tidak diangkat oleh PKS nya tetapi menjadi PKS adalah hasil dari perjuangannya masing-masing dalam mencari dan menyelamatkan jiwa-jiwa.
4. Sementara memuridkan sedang dimuridkan
Seorang PKS tidak harus belajar sampai lulus dulu baru diutus melayani tetapi mereka bisa memuridkan sementara mereka masih dimuridkan.
5. Multipilikasi yang sangant cepat
Semua anggota kelompok sel dilatih dan diperjuangkan menjadi PKS sehingga dalam waktu 6 sampai 12 bulan, bisa dihasilkan 6 – 12 PKS baru.
6. PKS Tidak kehilangan anggota
Setiap PKS masih memiliki anggota kelompok selnya karena sel mereka tidak dibelah, tetapi setiap anggota membuka kelompok selnya sendiri dengan anggota mereka sendiri.
7. Setiap anggota memiliki kesempatan untuk bertumbuh
Setiap anggota dilatih untuk menjadi PKS sehingga setiap anggota memiliki kesempatan yang sama untuk bertumbuh dan mengembangkan kelompok selnya sendiri.
sumber : www.gbika.or.id
Kategori:
info komsel,
Komsel,
Rohani
Menjadi Komsel yang berbuah
Mat 13:8 ->Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.
Jika benih tersebut jatuh di tanah yang baik pasti akan menghasilkan buah dan buah yang dihasilkan itu ada yang 30x,60x,100x lipat.
Yang jadi pertanyaan adalah : Bagaimana dengan komsel kita hari-hari ini? kenapa yah hari – hari ini komsel kita tidak bisa multi minimal jadi 30x lipat saja?
Berapa banyak yang percaya kalau komsel kita bisa multi sampai 30x lipat minimal?
Hehe jujur susah untuk percaya yah.. Kenapa? Jangankan multi 30x .. multi 1x aja gak kebayang gitu yah hehe..
Nah ada beberapa tips dan trik yang harus dimiliki oleh sebuah komsel.
1. Komsel harus mempunyai VISI.
Sebuah komsel yang tidak mempunyai visi yang jelas, percaya d perlahan-lahan tapi pasti komsel itu akan mati. Nah yang dimaksud visi disini kita harus visi yang berhubungan dengan perintah Tuhan di YOH 15:16 , yakni untuk pergi menjangkau keluar. Visi dari komsel jangan fokus ke dalam tapi haruslah keluar dan memberi dampak.
2. Komsel harus ada pemuridan/ pembinaan.
Inget selama hidup Yesus di bumi ini apa yang paling sering Dia lakukan? Cuma 1 yaitu membina ke 12 muridnya.
Yoh 12:24
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.
Jatuh ke tanah berbicara tentang sesuatu yang tidak bisa diliat, berbicara tentang kehambaan dan kerendahan hati. Sedangkan mati itu berbicara tentang orang yang mati biasa sudah tidak mempunyai hak apapun. Ingat teman-teman Yesus sudah mati dan DIA rela tinggalin semuanya(kekuasaan, dsb di surga ). Hari ini sama seperti Tuhan kita yang Taat, untuk melihat sebuah revival di komsel hanya diperlukan orang yang taat yang mau melakukan perintah Bapa di Surga.
Jadi bersiap-siap yah untuk sebuah revival yang besar
Sumber: www.a2gcommunity.org
Jika benih tersebut jatuh di tanah yang baik pasti akan menghasilkan buah dan buah yang dihasilkan itu ada yang 30x,60x,100x lipat.
Yang jadi pertanyaan adalah : Bagaimana dengan komsel kita hari-hari ini? kenapa yah hari – hari ini komsel kita tidak bisa multi minimal jadi 30x lipat saja?
Berapa banyak yang percaya kalau komsel kita bisa multi sampai 30x lipat minimal?
Hehe jujur susah untuk percaya yah.. Kenapa? Jangankan multi 30x .. multi 1x aja gak kebayang gitu yah hehe..
Nah ada beberapa tips dan trik yang harus dimiliki oleh sebuah komsel.
1. Komsel harus mempunyai VISI.
Sebuah komsel yang tidak mempunyai visi yang jelas, percaya d perlahan-lahan tapi pasti komsel itu akan mati. Nah yang dimaksud visi disini kita harus visi yang berhubungan dengan perintah Tuhan di YOH 15:16 , yakni untuk pergi menjangkau keluar. Visi dari komsel jangan fokus ke dalam tapi haruslah keluar dan memberi dampak.
2. Komsel harus ada pemuridan/ pembinaan.
Inget selama hidup Yesus di bumi ini apa yang paling sering Dia lakukan? Cuma 1 yaitu membina ke 12 muridnya.
Yoh 12:24
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.
Jatuh ke tanah berbicara tentang sesuatu yang tidak bisa diliat, berbicara tentang kehambaan dan kerendahan hati. Sedangkan mati itu berbicara tentang orang yang mati biasa sudah tidak mempunyai hak apapun. Ingat teman-teman Yesus sudah mati dan DIA rela tinggalin semuanya(kekuasaan, dsb di surga ). Hari ini sama seperti Tuhan kita yang Taat, untuk melihat sebuah revival di komsel hanya diperlukan orang yang taat yang mau melakukan perintah Bapa di Surga.
Jadi bersiap-siap yah untuk sebuah revival yang besar
Sumber: www.a2gcommunity.org
Kategori:
info komsel,
Komsel,
Pelajaran
11/08/08
Fokus Komsel
Di dalam kehidupan berkomsel, para pemelihara kelompok sel (PKS) perlu mengetahui apa yang menjadi tujuan/sasaran mereka berkomsel. Para PKS harus tahu fokusnya.
Banyak komsel yang stagnasi bahkan gagal karena tidak tahunya tujuan/fokus dalam berkomsel. Ketika ditanya: mengapa kita harus komsel? Apa tujuannya?; banyak yang tidak dapat memberi jawaban yang pasti bahkan tidak mengerti sama sekali mengapa saya ikut komsel. Ini sangat berbahaya. Oleh sebab itu perlu sekali untuk memahami akan fokus yang sebenarnya dalam kita berkomsel sehingga komsel dapat terus berkembang dan bermultiplikasi. Jadi, apapun yang kita lakukan dalam komsel harus ditujukan kepada fokus/sasaran yang ingin dicapai. Jangan sekali-kali keluar dari fokus.
Fokus komsel : Amanat Agung (Mat 28:19-20), yaitu membangun Rumah Tuhan dengan pilar-pilar yang kokoh (Kis 14:21-23).
Fokus komsel ini dapat dijabarkan menjadi 4 P, yakni:
Penjangkauan Jiwa/Penginjilan
Pemuridan
Penggembalaan/Pemeliharaan
Praktek Karunia Roh
A. Penjangkauan Jiwa
Ada 2 hal yang kita lakukan dalam komsel yakni:
1
Ke dalam, saling membangun.
2
Ke luar, menjangkau jiwa.
Ingat, segala sesuatu yang kita lakukan tujuannya untuk membawa mereka mendapatkan keselamatan kekal, yakni membawa mereka kepada Kristus. Penjangkauan tidak berbicara penginjilan yang biasa dilakukan oleh para penginjil dengan 4 hukum rohaninya. Penginjilan ialah menularkan kehidupan Allah kepada orang-orang yang belum percaya. Komsel harus dapat menularkan gaya hidup Allah kepada orang-orang belum percaya. Gaya hidup Allah ialah Kasih, Kuasa dan Kebenaran. Jadi, komsel harus dapat menularkan kasih, kuasa dan kebenaran Allah kepada orang-orang luar.
Ada 4 pondasi bagi pilar penjangkauan jiwa, yakni:
Visulisasi. Bawalah orang-orang yang akan dijangkau dalam khayalan/meditasi Anda. Bayangkan jiwa ini perlu keselamatan. Bayangkan bahwa jiwa ini perlu Tuhan.
Bersyafaatlah bagi jiwa yang terhilang tersebut. Bawalah jiwa tersebut kehadapan Allah dalam syafaat Anda. Berdirilah atas dosa mereka dan mintalah pengampunan dari Tuhan. Katakan kepada Tuhan bahwa jiwa tersebut adalah milik Tuhan dan bukan milik iblis lagi. Proklamirkan bahwa jiwa tersebut sudah diselamatkan dalan nama Yesus Tuhan.
Membangun asosiasi kepada jiwa yang terhilang tersebut. Bangunlah terus relasi dan komunikasi. Bangunlah persahabatan yang akrab bagi jiwa tersebut.
Kesaksian KeTuhanan Yesus dari diri Anda. Biarlah melalui kehidupan Anda dan kesaksian hidup Anda dalam Tuhan menjadi alat ampuh untuk membawa mereka kepada Kristus.
B. Pemuridan.
Pemuridan dilakukan untuk mendewasan jiwa yang sudah diselamatkan dan untuk setiap anggota sel (Kol 2:6-7). Ada 2 hal utama yang harus kita perhatikan dan lakukan dalam mendewasakan jiwa/anggota sel:
1
Jiwa/anggota sel tersebut harus mengalami kelahiran baru dalam Roh. Ia harus dibimbing untuk mengalami pelepasan akan roh-roh jahat, lalu dibimbing untuk menerima baptisan/kepenuhan Roh Kudus. Bisa diajak untuk ikut Seminar Hidup Baru Dalam Roh.
2
Ikut pemuridan/pelajaran Alkitab agar imannya semakin kuat dan berakar.
C. Penggembalaan/Pemeliharaan
Pemeliharaan jiwa dilakukan dengan menggabungkannya dalam komsel. Kehidupan komsel yang sejati harus dialami oleh jiwa baru ini. Bagi Pemelihara Kelompok sel (PKS), agenda sel harus menjadi bahan perhatian dalam rangka pemeliharaan ini. Ulasan lengkap dapat dibaca pada bagian Agenda Sel.
Lebih dari sebagai pemimpin dan manajer, seorang PKS harus dapat menjadi gembala bagi anggota-anggotanya.Porsi seorang PKS sebagai gembala ialah yang paling besar dari porsinya sebagai pemimpin dan manajer.
D. Praktek Karunia Roh
Setiap anggota sel harus dipacu untuk mengembangkan karunia-karunia yang dimilikinya. Baik itu menyanyi, memimpin, mengajar, musik, bahasa roh, nubutan dan lain sebagainya. Mereka harus dilibatkan dalam pelayanan di gereja. Mereka harus didukung dalam membangun kasih persaudaraan, didukung dalam menjangkau jiwa, dan didukung menjadi pemelihara kelompok sel (PKS) yang baru.
Banyak komsel yang stagnasi bahkan gagal karena tidak tahunya tujuan/fokus dalam berkomsel. Ketika ditanya: mengapa kita harus komsel? Apa tujuannya?; banyak yang tidak dapat memberi jawaban yang pasti bahkan tidak mengerti sama sekali mengapa saya ikut komsel. Ini sangat berbahaya. Oleh sebab itu perlu sekali untuk memahami akan fokus yang sebenarnya dalam kita berkomsel sehingga komsel dapat terus berkembang dan bermultiplikasi. Jadi, apapun yang kita lakukan dalam komsel harus ditujukan kepada fokus/sasaran yang ingin dicapai. Jangan sekali-kali keluar dari fokus.
Fokus komsel : Amanat Agung (Mat 28:19-20), yaitu membangun Rumah Tuhan dengan pilar-pilar yang kokoh (Kis 14:21-23).
Fokus komsel ini dapat dijabarkan menjadi 4 P, yakni:
Penjangkauan Jiwa/Penginjilan
Pemuridan
Penggembalaan/Pemeliharaan
Praktek Karunia Roh
A. Penjangkauan Jiwa
Ada 2 hal yang kita lakukan dalam komsel yakni:
1
Ke dalam, saling membangun.
2
Ke luar, menjangkau jiwa.
Ingat, segala sesuatu yang kita lakukan tujuannya untuk membawa mereka mendapatkan keselamatan kekal, yakni membawa mereka kepada Kristus. Penjangkauan tidak berbicara penginjilan yang biasa dilakukan oleh para penginjil dengan 4 hukum rohaninya. Penginjilan ialah menularkan kehidupan Allah kepada orang-orang yang belum percaya. Komsel harus dapat menularkan gaya hidup Allah kepada orang-orang belum percaya. Gaya hidup Allah ialah Kasih, Kuasa dan Kebenaran. Jadi, komsel harus dapat menularkan kasih, kuasa dan kebenaran Allah kepada orang-orang luar.
Ada 4 pondasi bagi pilar penjangkauan jiwa, yakni:
Visulisasi. Bawalah orang-orang yang akan dijangkau dalam khayalan/meditasi Anda. Bayangkan jiwa ini perlu keselamatan. Bayangkan bahwa jiwa ini perlu Tuhan.
Bersyafaatlah bagi jiwa yang terhilang tersebut. Bawalah jiwa tersebut kehadapan Allah dalam syafaat Anda. Berdirilah atas dosa mereka dan mintalah pengampunan dari Tuhan. Katakan kepada Tuhan bahwa jiwa tersebut adalah milik Tuhan dan bukan milik iblis lagi. Proklamirkan bahwa jiwa tersebut sudah diselamatkan dalan nama Yesus Tuhan.
Membangun asosiasi kepada jiwa yang terhilang tersebut. Bangunlah terus relasi dan komunikasi. Bangunlah persahabatan yang akrab bagi jiwa tersebut.
Kesaksian KeTuhanan Yesus dari diri Anda. Biarlah melalui kehidupan Anda dan kesaksian hidup Anda dalam Tuhan menjadi alat ampuh untuk membawa mereka kepada Kristus.
B. Pemuridan.
Pemuridan dilakukan untuk mendewasan jiwa yang sudah diselamatkan dan untuk setiap anggota sel (Kol 2:6-7). Ada 2 hal utama yang harus kita perhatikan dan lakukan dalam mendewasakan jiwa/anggota sel:
1
Jiwa/anggota sel tersebut harus mengalami kelahiran baru dalam Roh. Ia harus dibimbing untuk mengalami pelepasan akan roh-roh jahat, lalu dibimbing untuk menerima baptisan/kepenuhan Roh Kudus. Bisa diajak untuk ikut Seminar Hidup Baru Dalam Roh.
2
Ikut pemuridan/pelajaran Alkitab agar imannya semakin kuat dan berakar.
C. Penggembalaan/Pemeliharaan
Pemeliharaan jiwa dilakukan dengan menggabungkannya dalam komsel. Kehidupan komsel yang sejati harus dialami oleh jiwa baru ini. Bagi Pemelihara Kelompok sel (PKS), agenda sel harus menjadi bahan perhatian dalam rangka pemeliharaan ini. Ulasan lengkap dapat dibaca pada bagian Agenda Sel.
Lebih dari sebagai pemimpin dan manajer, seorang PKS harus dapat menjadi gembala bagi anggota-anggotanya.Porsi seorang PKS sebagai gembala ialah yang paling besar dari porsinya sebagai pemimpin dan manajer.
D. Praktek Karunia Roh
Setiap anggota sel harus dipacu untuk mengembangkan karunia-karunia yang dimilikinya. Baik itu menyanyi, memimpin, mengajar, musik, bahasa roh, nubutan dan lain sebagainya. Mereka harus dilibatkan dalam pelayanan di gereja. Mereka harus didukung dalam membangun kasih persaudaraan, didukung dalam menjangkau jiwa, dan didukung menjadi pemelihara kelompok sel (PKS) yang baru.
Kategori:
info komsel,
Komsel,
Pelajaran
Langganan:
Postingan (Atom)
Komsel Setiap Hari Jumat Jam 20:00 WIB Tuhan Yesus Memberkati.
Semua Materi Bahan Sate diambil dari www.abbalove.org
ABBALOVE SERPONG
Ruko Jasmine Blok HA/1 No.2-6 Gading Serpong
God Bless You.






