Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

06/11/17

Family Guide

"Kisah tentang cinta kasih ini membuat semua terharu dan terus meneteskan air mata" Di suatu siang hari terlihat seorang nenek berulang kali menekan tombol sebuah rice cooker, tetapi rice cooker itu tetap tidak mau menyala. Lalu nenek ini berjalan tergopoh-gopoh dari dapur ke kamarnya. Di dalam kamar nenek langsung merapikan rambutnya yang sudah memutih dan mengganti baju. Setelah semua kancing bajunya terkancing, si nenek kembali membukanya lagi. Ternyata kancing bajunya tidak terkancing sesuai urutan, sehingga terkadang sisi baju yang sebelah kiri menjadi lebih tinggi dari yang kanan. Atau kancing yang sebelah kanan melampaui 2 urutan dari yang sebelah kiri. Nenek bahkan harus mengulanginya beberapa kali sampai berkeringat, baru akhirnya semua bisa terkancing rapi sesuai urutannya. Setelah itu nenek berjalan keluar dari kamar. Saat nenek melintasi ruang tamu, cucu perempuannya yang berumur 16 tahun sedang menonton TV. Terheran melihat neneknya berpakaian rapi, lalu bertanya, “Nenek mau kemana, bukannya tadi nenek sedang masak didapur?” Nenek kemudian menjelaskan kalau ia tadinya memang mau memasak, tapi entah kenapa rice cookernya tidak mau menyala, dan sekarang nenek mau keluar sebentar membeli makanan. Dengan wajah cemberut, cucunya meminta agar nenek cepat pulang karena ia sudah mulai lapar. “Iya, nenek akan cepat pulang. Kamu tunggu nenek sebentar yah...” Kata neneknya dengan tersenyum, supaya wajah cucunya tidak merengut lagi. Nenek pun berjalan keluar rumah, menunggu bus yang lewat, lalu naik bus ke pusat penjualan makanan. Beberapa saat setelah nenek keluar rumah, cucunya berjalan ke dapur mencari cemilan untuk sekedar mengganjal perut. Tak sengaja dia melihat steker rice cooker yang belum dicolok. Cucunya pun tersenyum geli melihat sikap pelupa neneknya seperti orang yang sudah pikun saja. Sesampai di pusat penjualan makanan, nenek membeli nasi ayam kesukaan cucunya. Setelah selesai membayar dan hendak pulang, langkah nenek tiba-tiba terhenti persis di pintu keluar. Kepalanya menoleh ke kiri dan ke kanan, bola matanya membesar, raut mukanya berubah tampak kebingungan. Semua bangunan dan jalanan yang ada di depannya terlihat berbeda dan asing. Nenek terdiam membisu sejenak.

26/09/17

Tuhan Yesus Naik Ke Sorga

TUHAN YESUS NAIK KESORGA. 
Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah."  Markus 16:19

Hari ini kita memperingati peristiwa spektakuler yang menancapkan tonggak kemenangan iman Kristiani yaitu kenaikan Yesus Kristus, yang terjadi 40 hari setelah kebangkitanNya.
Mengapa disebut sangat spektakuler dan luar biasa?  Karena Yesus Kristus terangkat naik ke langit disaksikan langsung oleh murid-muridNya:  "...terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, dan berkata kepada mereka: 'Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik

08/07/16

10 Ayat Alkitab Tentang Pentingnya Pemuridan

Untuk menjadi seorang murid adalah menjadi pengikut Yesus, dengan memilih hidup dengan standar Tuhan bukan dunia. Panggilan untuk pemuridan adalah panggilan untuk menempatkan Yesus dan kehendak-Nya hidup bagi kita atas apapun. Ini membutuhkan pengorbanan tetapi juga menjanjikan hadiah yang lebih besar daripada orang lain yang dapat berikan. 

Pertama, Matius 28:16-20

Pada ayat 18-20, Yesus mendekati murid-muridnya dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Kedua, Lukas 14:26-27

Yesus berkata , “Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.” 

Ketiga, Yohanes 8:31-32

Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”

Keempat, 2 Timotius 2:2

“Apa yang telah engkau dengar daripadaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.”

Kelima, 2 Timotius 2:20-21

“Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia. Jika seseorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.”

Keenam, Lukas 6:40

Yesus berkata, “Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pengajarannya akan sama dengan gurunya.”

Ketujuh, Matius 4:19-20

Yesus memanggil murid-murid yang pertama dan berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.

06/07/16

Filip 1:22a

Shallom dan selamat pagi,

"Tetapi jika aku harus hidup didunia ini, itu berarti bagiku bekerja member buah."
Filipi 1:22a

Rasul Paulus, Rasul yang besar dan hebat itu, sedang mengibaratkan hidup ini seperti pohon.

Sebuah pohon tidak serta merta bisa langsung berbuah.

Apa gunanya sebuah pohon jika tidak berbuah?

Pohon baru bisa berbuah jika diberi pupuk dan dibersihkan sepanjang waktu.

Akar2 pohon harus menembus lapisan tanah untuk mencari makanan.

Pohon juga harus siap untuk kena sinar matahari bahkan diguyur hujan.

Dan yang lebih menyakitkan, pohon harus berani dan bisa bertahan menghadapi badai.

Jika semua itu terlampaui, barulah akhirnya pohon itu bisa berbuah.

Hal yang sama berlaku untuk kehidupan setiap orang percaya, siapapun kita, orang sederhana atau kaya, orang biasa atau bertitel, pegawai rendahan atau direktur, bahkan jemaat atau pendeta sekalipun.

Kita harus bekerja keras mewujudkan mimpi kita, kita harus mampu bertahan sekalipun menghadapi berbagai badai kehidupan, pendek kata kita harus berjuang jika ingin berbuah atau berhasil.

23/06/16

Lelaki seperti apa, menghasilkan istri seperti apa.

Seorang teman merasa istrinya semakin lama semakin egois dan kasar. Karena itu, mereka bertengkar setiap hari.

Saking seringnya bertengkar, lelaki ini memiliki selingkuhan, seorang gadis yang lembut.
Akhirnya, mereka bercerai dan sang suami menikah lagi dengan selingkuhannya. Sang mantan istripun tak lama kemudian menikah lagi.
Mereka masih belum dikaruniai anak. pernikahan baru keduanya masing masing berjalan dengan sangat lancar.
Tetapi setelah menikah, istri baru dari lelaki ini semakin lamapun kelembutannya semakin pudar.
Rumah tangga mereka berakhir sama seperti yg dulu, sedikit sedikit bertengkar.

Istri barunya bahkan tidak mau mengerjakan pekerjaan rumah, teman tersebut terpaksa membersihkan rumah sendiri.
Teman tersebut merasa nasib dia tidak baik, mengapa ia selalu memilih istri yg kurang baik, setiap hari ia mengeluh.
Sampai suatu hari, di suatu acara makan malam ia secara kebetulan bertemu dengan suami baru mantan istrinya.

Pada awalnya kedua lelaki ini tidak berbicara apa apa, tetapi setelah saling menyapa merekapun minum bersama.

Akhirnya teman tersebut tak bisa menahan diri lagi dan bertanya bagaimana keadaan rumah tangga mereka. Suami baru mantan istrinya ini tidak tampan, tetapi sangat teliti dalam berbicara.
Ia berkata, “Istri saya adalah wanita yg sangat hebat, sangat perhatian dan lembut, ia mengerjakan seluruh pekerjaan rumah tanpa mengeluh. Juga sangat menyayangi saya, ia selalu bersikap baik ke orangtua, saudara, dan teman teman saya. Saatnya jujur dia akan jujur, saatnya butuh perhatian, dia akan memberi perhatian penuh. Wanita seperti ini, sudah sedikit sekali.”
Teman saya setelah mendengarnya merasa bingung, dan berpikir apa dia memang sebaik itu? Mengapa dulu dia sama sekali tidak menyadarinya? Pasti ini semua cuma bualan suami baru istrinya ini untuk membuat saya bingung.

Tak lama kemudian, kebetulan sekali, teman saya pergi berbelanja ke supermarket dan melihat mantan istri dan suami barunya sedang berbelanja.
Ia bersembunyi di samping dan memperhatikan, akhirnya ia menyadari pasangan itu benar benar bahagia.
Kebahagian itu bisa ia lihat dari senyuman mantan istrinya yg selalu bermekaran. Juga bisa dilihat dari pelukan lembut yg diberikan oleh lelaki di sampingnya itu.

05/06/16

Bahagia Itu Sederhana

Mendengar isteri cerewet di rumah, berarti aku masih punya isteri. 

Mendengar suami masih mendengkur di sebelahku berarti aku masih punya suami.

Mendengar ayah dan ibu menegurku dengan tegas berarti aku masih punya ibu dan ayah.

Merasa letih dan jemu menasihati anak yang nakal, berarti aku masih punya anak yang mewarnai hidupku.

Merasa letih setiap malam selepas bekerja, itu berarti aku masih mampu bekerja keras.

Membersihkan piring dan gelas kotor setelah menerima tamu di rumah, itu berarti aku punya teman.

Pakaianku terasa agak sempit, itu berarti aku makan cukup.

Mencuci dan menyetrika timbunan baju, itu berarti aku memiliki pakaian.

Membersihkan halaman rumah, mengepel lantai, itu berarti aku memiliki tempat tinggal.

Mendapatkan banyak tugas pekerjaan itu berarti aku dipercayai dapat melakukannya.

03/05/16

Cerdik Seperti Ular

Laksamana Heihachiro Togo dengan STRATEGI BRILIANNYA berhasil MERUSAKKAN armada Angkatan Laut Rusia pada PERTEMPURAN di laut Jepang tahun 1905.

Kemudian ia MENGUNJUNGI Amerika Serikat.

Pada jamuan makan kenegaraan untuk MENGHORMATI Laksamana Togo, William Jennings diminta Bryan untuk MEMIMPIN ACARA BERSULANG yg mana MINUMAN yg dihidangkan adalah SAMPANYE.

Nah William TERKENAL karena TIDAK MAU MINUMAN BERALKOHOL.

Tetapi ia juga TIDAK BISA MENGABAIKAN protokol.

Dengan cerdik ia MENUANGKAN AIR PUTIH ke gelasnya, sementara hadirin memegang GELAS berisi SAMPANYE dan berkata, "Laksamana Togo telah MEMENANGKAN PERTEMPURAN di AIR, maka saya juga MENGGUNAKAN AIR untuk BERSULANG dengannya.
Jika beliau MEMENANGKAN PERTEMPURAN di ATAS SAMPANYE, maka saya akan BERSULANG dengan SAMPANYE.
Mari kita MINUM untuk MENGHORMATI TAMU TERHORMAT kita, Laksamana Heihachiro Togo!"

Hadirin TERSENYUM dan MINUM dengan SENANG.

TINDAKANNYA TIDAK MENYINGGUNG PERASAAN Laksamana maupun petinggi Negara.

Saat hendak MENGAMBIL KEPUTUSAN, kita kerap DIHADAPKAN BUAH SIMALAKAMA.

02/05/16

Bunga Bunga Kehidupan

Seorang pria turun dari sebuah mobil mewah yang diparkir di depan kuburan umum. Pria itu berjalan menuju pos penjaga kuburan. Setelah memberi salam, pria yang ternyata adalah sopir itu berkata : “Pak, maukah anda menemui wanita yang ada di mobil itu? Tolonglah Pak, karena para dokter mengatakan sebentar lagi beliau akan meninggal!”

Penjaga kuburan itu meng-anggukan kepalanya tanda setuju dan ia segera berjalan di belakang sopir itu. Seorang wanita lemah dan berwajah sedih membuka pintu mobilnya dan berusaha tersenyum kepada penjaga kuburan itu sambil berkata : “Saya Ny. Steven yang selama ini mengirim uang setiap dua minggu sekali kepada anda. Saya mengirim uang itu agar anda dapat membeli seikat bunga dan menaruhnya di atas makam anak saya. Saya datang untuk berterima kasih atas kesediaan dan kebaikan hati anda. Saya ingin memanfaatkan sisa hidup saya untuk berterima kasih kepada orang2 yg telah menolong saya.”

“Oh, jadi Nyonya yg selalu mengirim uang itu? Nyonya, sebelumnya saya minta maaf kepada anda. Memang uang yang Nyonya kirimkan itu selalu saya belikan bunga, tetapi saya tidak pernah menaruh bunga itu dipusara anak anda.” jawab pria itu.
“Apa, maaf?” tanya wanita itu dengan gusar. “Ya, Nyonya. Saya tidak menaruh bunga itu di sana karena menurut saya, orang mati tidak akan pernah melihat keindahan seikat bunga. Karena itu setiap bunga yang saya beli, saya berikan kepada mereka yang ada di rumah sakit, orang miskin yang saya jumpai, atau mereka yang sedang bersedih. Orang-orang yang demikian masih hidup, sehingga mereka dapat menikmati keindahan dan keharuman bunga-bunga itu, Nyonya” jawab pria itu. Wanita itu terdiam, kemudian ia mengisyaratkan agar sopirnya segera membawanya pergi.

Tiga bulan kemudian, seorang wanita cantik turun dari mobilnya dan berjalan dengan anggun ke arah pos penjaga kuburan.

01/05/16

Tangan Kosong

Pada saat akan meninggal, dalam keadaan kritis, Raja terkenal dari Macedonia, yaitu Alexander the Great atau Iskandar Agung... berkata kepada para dokter yang merawatnya seperti ini :

"Ambillah 1/2 dari kekayaanku, jika kamu dapat mengantarkan aku untuk menemui ibuku sebentar saja"

Dokter menjawab :
"Jangankan separuh, bahkan seluruh kekayaan Baginda diberikan kepada hamba semuanya, hamba pun tidak akan mampu menambah 1 tarikan nafas"

Mendengar jawaban tersebut, air mata pun berlinang dipipi sang Raja, dia berkata :
"Seandainya saya tahu begitu berharganya 1 tarikan nafas, maka saya tidak akan pernah menyia-nyiakan waktu hanya untuk mengejar kekuasaan"

Kemudian sang Raja pun berpesan, supaya nanti sewaktu diarak dalam peti mati menuju peristirahatannya yang terakhir, ia minta agar kedua tangannya dikeluarkan, supaya setiap rakyatnya dapat melihat bahwa Alexander Agung yang hebat dan mampu menguasai wilayah terbesar

09/04/16

Matahari dan 50 ekor binatang.

Suatu jaman yang sudah sangat lalu, ada seorang bangsawan yang kaya raya di China, ketika akan meninggal memanggil kedua anak nya, dan memberi pesan: “Anak2 ku, seluruh hartaku akan kubagi dua dan kuberikan kepada kalian. “ Dan kedua anaknya yang sangat berbakti mendengarkan dengan seksama.

“ Ada dua syarat yang harus kalian penuhi. “ Sang ayah menyambung dengan nafas yang terengah engah. “ Pertama, pada setiap hari kerja, kalian tidak boleh terkena sinar matahari.” Dan kedua, setiap hari, kalian harus mamakan lima puluh ekor binatang. “

Kedua anaknya mengangguk angguk, ingin bertanya, tetapi tidak berani juga, apalagi sang ayah sudah dalam keadaan sangat kritis. Sang ayah pun meninggal setelah memberi petuah tersebut.

Sang kakak pindah ke utara, dan sang adik pindah ke selatan, dan mereka tidak pernah betemu, sampai pada suatu saat empat tahun kemudian ketika bersama sama menyambangi kuburan sang ayah.

07/04/16

Melayani Sebagai Pelayan atau Sebagai Bos?

Bacaan: Markus 10:35-45 dan Fil 2:1-8

Dalam surat undangan kadang dibawahnya ada catatan "maaf bila penulisan nama dan gelar ada kesalahan". 
Ketika saya diundang kotbah oleh satu gereja, pengundang bertanya "apa gelar bapak?" Saya jawab, "Pendeta". "Maksud saya apa STh, MDiv, MTh atau Dr?" 
"Tidak usah dicantumkan gelar akademisnya" saya jelaskan, sebab saya berkotbah sebagai pendeta bukan sebagai STh atau MTh.”
Salah seorang Majelis di gereja yang lain pernah mengatakan ada pendeta yg tidak senang sebab gelar STh nya tidak dicantumkan dalam buletin gereja. Alasannya, dia dapatkan gelar itu dengan pengorbanan, susah payah.

Pertengkaran diantara murid Yesus tentang siapa yg terbesar diantara mereka (Mark 9:33-37) dilanjutkan oleh permintaan Yakobus dan Yohanes (Mark 10: 35-45). Kita tahu dan hafal dengan cerita ini. Kita mengerti cerita ini. Kita sadar arti pelayanan, tetapi sulit untuk mengikuti pola pelayanan yang Yesus contohkan.

Banyak orang mau melayani, tetapi sedikit yang mau menjadi pelayan. Banyak orang mau melayani sebagai "bos". Itu terungkap dalam "cita2"nya atau ambisinya untuk meraih "jabatan terhormat" dalam gereja; Ephorus, Bishop, Ketua Sinode, Ketua Majelis, dst. 

Padahal dengan gamblang Yesus mengajar untuk "menjadi pelayan" (Mark 10:43).
Dia memberi contoh dengan membasuh kaki murid2 (Yoh 13:1-20). Bahkan dengan pengorbanan di kayu salib. Dalam melayani kita harus mau mengambil "karakter Yesus" yang dijelaskan oleh Rasul Paulus dalam Fil 2:1-8. Dia, Raja atas segala Raja, Allah yang Maha kuasa, nama dan gelar-Nya mengatasi langit, mengosongkan diri menjadi manusia, menjadi hamba yg taat bahkan mati di salib. Bukan mati "enak" tapi mati tragis disamakan dengan penjahat kelas kakap!
Mengapa kita yang hanya punya gelar M.Div atau Dr saja sudah sombong?
Mengapa kita malah bertentangan dengan paradigma atau pola pelayanan Yesus?
Mengapa tidak senang bila gelar tidak disebut dalam kotbah/buletin?
Kita berkotbah bukan sebagai akademisi, tetapi sebagai Hamba Tuhan, sebagai Pendeta. Kalau berceramah mungkin boleh kita cantumkan. 
Tapi wibawa ceramah bukan dari gelar melainkan dari isi ceramah.
Wibawa kotbah bukan dari gelar, tapi kuasa Roh Kudus.

Wibawa dan pengaruh pelayanan bukan dari jabatan melainkan "contoh hidup dan kehidupan" kita.

06/04/16

Berani Untuk Ditegur

Shallom dan selamat pagi,

"Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua duanya."
Matius 9:17b

Sebenarnya Tuhan rindu setiap kita bisa menikmati janjiNya.

Tapi mengapa tidak setiap orang mengalami dan menerimanya?

Pernahkah kita bertanya apa sebabnya?

Sudahkah kita memeriksa sifat dan karakter kita yang buruk yang bisa menghalangi janji-janji Allah tidak kita alami.

Hati manusia seakan kantong anggur seperti yang disampaikan Yesus.

Kantong anggur yang lama tidak dapat diisi dengan anggur yang baru.

Hal yang sama dengan kehidupan kita, saat kita menerima Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat, dan mengundangNya masuk kedalam hati kita, maka mustahil bagi kita untuk terus hidup dalam dosa dan perilaku yang lama yang pasti bertentangan dengan kehendakNya.

Raja Daud pernah jatuh dalam dosa perzinahan dan pembunuhan.

04/04/16

Kebenaran

Buat Renungan semua sahabat dan Keluarga  :

Ada seorang dermawan yang dari atas gedung menebar uang pecahan: 
Rp. 5.000,- 
Rp. 10.000,- 
Rp. 20.000,- 
Rp. 50.000,- 
Rp. 100.000,-

Di bawah gedung, berkerumun banyak orang yang sibuk. Mereka saling berebut memunguti uang yang berserakan *"TANPA ADA YANG PEDULI" sumber uang itu dari SIAPA.*

Suatu saat, Sang Dermawan naik lagi ke atas gedung tersebut dan kali ini beralih *menebar kerikil-kerikil kecil ke dalam kerumunan orang yang ada di bawah.* Sontak terjadi keramaian. Ada yang terkena di kepala, bahu, tangan, punggung dan anggota tubuh lainnya. Mereka panik dan marah, menengadah ke atas berusaha *"MENCARI TAHU"* dari mana sumber dari kerikil-kerikil tersebut dijatuhkan?

Itulah sikap dari kebanyakan manusia, *saat BERKAH (hal yang menguntungkan) datang, semua sibuk tanpa peduli siapa yang memberi dan sedikit sekali yang mampu berterima kasih dan mau mengucap syukur atas keberkahan tersebut.*

Namun saat masalah datang, maka semua akan spontan mencari sumber masalah dan biang keroknya. Mereka akan serta-merta marah dan menyalahkan orang lain tanpa mau cari solusi lagi. *"Apakah kita hanya mau menerima yang baik saja, tetapi tidak mau menerima yang buruk ?"*

Tanpa mau tahu bahwa hidup ini sebenarnya sudah satu paket, baik dan buruk, senang dan susah, semuanya satu kesatuan yang tak mungkin terpisahkan. 

Bila suatu ketika kita "kena giliran" menjalani hal-hal buruk dan susah, maka jalanilah dengan tabah dan tetap bersyukur, karena hanya itu kuncinya.

*Mau belajar SABAR?*
Nanti kita akan ketemu dengan orang-orang yang keras kepala kepada kita.

*Mau belajar MENGAMPUNI?*
Nanti kita akan dipertemukan dengan orang-orang yang menyakiti kita.

*Mau belajar MEMBERI?*
Sebentar lagi kita akan dihadapkan degnan orang-orang yang berkekurangan.

*Mau belajar RENDAH HATI?*
Tunggu saja, nanti akan ada orang-orang yang merendahkan diri kita.

Kabar buruknya, *"HIDUP INI TAK AKAN ADA YANG SEMPURNA !"*

Kabar baiknya, *"KITA TAK PERLU HIDUP YANG SEMPURNA UNTUK BISA MENIKMATINYA !!!”*

Apapun yang sedang kita hadapi, itulah PROSES BELAJAR MENJADI LEBIH BIJAKSANA & DEWASA.
JANGAN MARAH & MENGGERUTU, tapi belajarlah dan responlah dengan benar.

*HIDUP ADALAH PROSES PEMBELAJARAN dan KEDEWASAAN !!!*

03/04/16

Harta Kesayangan

Shallom dan selamat pagi,

"Tuhan adalah bagianku, kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepadaNya."
Ratapan 3:24

Nabi Yeremia mengungkapkan bahwa apapun yang terjadi dalam hidupnya, ia memiliki bagian yang terbaik, yang tidak dapat lapuk dan lenyap, karena ia menempatkan Tuhan diatas segala galanya.

Banyak orang yang sangat rakus dan serakah karena menilai harta dunia adalah segala galanya.

Mestinya kita tidak boleh seperti dunia ini yang memandang kebahagiaan hidup hanyalah berasal dari harta dunia.

Semua yang kita lihat dan raba adalah sesuatu yang fana, yang akan habis lenyap ditelan waktu.

Mengapa kita habiskan seluruh energi, pikiran dan umur hidup kita untuk sesuatu yang pasti akan hilang dan lenyap?

02/04/16

Kopi Di Dinding

Sepasang wisatawan asyik menikmati kopi di sebuah kafe terkenal di Venesia, Italia. Tak lama kemudian, datanglah seorang pria paruh baya, duduk di salah satu meja kosong. Ia memanggil pramusaji dan memesan,"Kopi dua cangkir. Yang satu untuk di dinding".

Wisatawan merasa heran mendengar kalimat tersebut. Apalagi sang pria kemudian hanya disuguhi satu cangkir kopi, namun ia membayar untuk dua cangkir.

Segera setelah pria tersebut pergi, si pramusaji menempelkan selembar kertas kecil bertuliskan "Segelas Kopi" di dinding kafe.

Suasana kafe kembali hening. Tak lama kemudian masuklah dua orang pria. Kedua pria tersebut pesan 3 cangkir kopi. Dua cangkir di meja, satu lagi untuk di dinding. Mereka membayar tiga cangkir kopi sebelum pergi.

Lagi-lagi setelah itu pramusaji melakukan hal yang sama, menempelkan kertas bertulis "Segelas Kopi" di dinding.

Pemandangan aneh di kafe sore itu membuat wisatawan heran. Mereka meninggalkan kafe dengan menyimpan pertanyaan atas kejadian ganjil yang disaksikannya, namun tidak sempat mengajukan pertanyaan, apa maksud kopi di dinding.

Minggu berikutnya, mereka mampir kembali di kafe yang sama. Mereka melihat, seseorang lelaki tua masuk ke dalam kafe. Pakaiannya kumal dan kotor. Setelah duduk ia melihat ke dinding dan berkata kepada pelayan, "Satu cangkir kopi dari dinding".

Pramusaji segera menyuguhkan segelas kopi. Setelah menghabiskan kopinya, lelaki lusuh tadi lantas pergi tanpa membayar. Tampak si pramusaji menarik satu lembar kertas dari dinding tersebut lalu membuangnya ke tempat sampah.

Pertanyaan wisatawan itu terjawab sudah. Begini rupanya cara penduduk kota ini menolong sesamanya yang kurang beruntung dengan tetap menaruh respek kepada orang yang ditolongnya. Kaum papa bisa menikmati secangkir kopi tanpa perlu merendahkan harga diri untuk mengemis secangkir kopi. Bahkan mereka pun tidak perlu tahu siapa yang "mentraktirnya". Suatu tatanan hidup bermasyarakat yang amat menyentuh, dan mengharukan.

01/04/16

Tetap Bersyukur

Shallom dan selamat pagi,

"Aku sekali kali tdk akan membiarkan engkau dan Aku sekali kali tidak akan meninggalkan engkau."
Ibrani 13:5b

Apakah Tuhan menyertai hidup anda selama ini?

Apakah Tuhan perduli dengan masalah anda?

Daud sangat merasakan penyertaan Tuhan sehingga ia tidak takut menghadapi apapun.

Daud sampai berkata : 

"Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku, gadaMu dan tongkatMu, itulah yang menghibur aku."
Mazmur 23:4

Daud sangat mengenal Tuhannya sehingga saat ia menghadapi masalah dan ia tidak tahu apa yang harus dilakukannya, Daud lari menghadap Tuhan.

Daud menjadikan Tuhan tempat perlindungannya, kota bentengnya yang kuat, ia merasa aman dan tenang hanya bila berjalan bersama Tuhan.

04/03/16

Jangan Takut

Shallom dan selamat pagi,

"Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?"
Markus 4:40

Kalimat diatas, adalah pertanyaan Yesus kepada murid-muridNya.

Yesus bertanya dengan nada heran mengapa mereka masih tidak percaya kepada Yesus.

Bukankah mereka selama ini sudah melihat ke Maha Kuasaan Yesus?

Bukankah mereka menyaksikan dengan mata kepala sendiri, orang buta melihat, lumpuh berjalan, tuli mendengar?

Bukankah mujizat demi mujizat mereka telah menyaksikannya?

Pertanyaan yang sama juga diajukan Tuhan Yesus kepada setiap orang yang mengaku percaya.

Mungkin murid-murid melihat badai yang besar dan laut yang mengamuk, bisakah Yesus mengatasinya?

Itulah sebabnya ketika Yesus menghardik angin dan badai tersebut yang seketika menjadi tenang, mereka saling bertanya tanya satu kepada yang lain :

"Orang apakah ini sehingga angin dan badaipun taat kepadaNya."

Seberapapun besarnya masalah kita, sesakit apapun penyakit kita, sesusah apapun hidup kita, jangan pernah meragukanNya!

Terbukti badai yang paling hebatpun (dalam bahasa aslinya badai itu memakai kata "seismos" yang menggambarkan badai seperti pada saat terjadi tsunami) Yesus bisa mengatasinya.

Bagi Dia tidak ada yang tidak mungkin dan bagi kita yang percaya kepadaNya, tidak ada yang mustahil.

Tuhan selalu punya cara untuk menolong kita, Dia memiliki banyak metode untuk meluputkan kita.

Simak kerinduan hati Tuhan yang sangat menyentuh ketika Dia berkata :

03/03/16

Kemuliaan Allah Ialah Merahasiakan Sesuatu

Shallom dan selamat pagi,

"Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang."
Amsal 23:18

Banyak orang berusaha mencari tahu apa yang akan terjadi pada hari esok.

Jika kita tidak tahu akan hari esok bukanlah sesuatu yang membuat hidup kita menjadi kuatir.

Kita harus yakin bahwa kita memiliki Tuhan yang bertanggung jawab atas hidup kita, hari ini dan juga hari esok.

Yang dituntut dari kita bukanlah untuk mengetahui hari esok, tetapi kita harus belajar untuk tetap percaya kepadaNya, sekalipun kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada hari esok.

02/03/16

Kuasai Dirimu

Shallom dan selamat pagi,

"Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa."
1 Petrus 4:7b

Apakah anda merasa terkepung oleh masalah?

Satu urusan belum beres, datang lagi masalah yang lain.

Seolah seperti meteor yang beruntun menghantam hidup ini.

Sanggupkah anda mengatasinya?

Banyak orang menjadi panik, kalang kabut dan seperti kebakaran jenggot, tidak tahu apa yang harus diperbuat.

Mengapa orang bereaksi seperti itu?

Ketika semuanya berjalan diluar dugaan dan kendali kita, kita hanya mengarahkan pandangan kepada masalah tersebut, bukan kepada Tuhan yang sanggup menolong.

Pada saat seperti itu, pikiran kita dipenuhi ketakutan dan kebingungan.

Menjadi tenang merupakan hal yang sangat penting dan menentukan pada saat kita menantikan pertolongan Tuhan.

Pada waktu Gehazi, pembantu Elisa, pagi2 keluar dan melihat banyaknya tentara musuh yg mengepung, ia menjadi sangat takut.

Yang keluar dari mulutnya cuma perkataan : CELAKA!!!

24/02/16

Keluaran 14 : 13 - 14

Shallom dan selamat pagi,

"Jangan takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari Tuhan,......
Tuhan akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja."
Keluaran 14:13-14

Setiap orang didunia ini, memiliki masalah masing-masing.

Besar kecil, tua muda, kaya miskin, orang kebanyakan atau bertitel, rakyat biasa atau direktur, masing-masing punya problem sendiri-sendiri.

Tidak ada orang yang hidupnya bebas dari masalah.

Dunia memang dikhususkan bagi manusia untuk dihadapi dan ditaklukkan.

Sekuat apapun kita, jika menghadapi masalah dengan kekuatan sendiri, kita akan kelelahan.

Apa yang anda miliki untuk menghadapi begitu banyaknya masalah anda?

Bagaimana kita bisa mengalahkan musuh kita yang menyerang terus menerus secara beruntun dengan senjata ampuhnya?

Kita adalah mahluk yang terbatas!

Yang Tuhan kehendaki adalah bagaimana kita mengerti dan menyerahkan segenap persoalan kita kepadaNya.

Tuhan mau berperang bagi kita.








INFO
KomSel





Komsel Setiap Hari Jumat Jam 20:00 WIB Tuhan Yesus Memberkati.

Semua Materi Bahan Sate diambil dari www.abbalove.org



ABBALOVE SERPONG
Ruko Jasmine Blok HA/1 No.2-6 Gading Serpong







God Bless You.

Daftar Blog Favorit