Saya belajar dari sikap orang lumpuh yang mengalami mujizat kesembuhan dalam kisah diatas. Responnya adalah mengikuti Petrus dan Yohanes dan menjadi saksi kebesaran kuasa Allah. Bukannya pulang untuk memberitakan kabar sukacita bahwa ia sudah sembuh kepada sanak keluarganya tetapi dia mau menjadi berkat buat orang-orang lain sehingga banyak orang bisa mengenal kasih Kristus.
Saya mau belajar menjadi dampak yang benar dalam kehidupan saya sehari-hari. Saya harus percaya dan menerima uluran tangan Tuhan melalui kebenaran Firman-Nya, saya harus mempraktekkan Firman-Nya dalam kehidupan saya setiap hari. Saya harus memperlihatkan bahwa Firman Tuhan itu hidup dalam keseharian saya. Saya mau belajar dan semuanya itu butuh waktu dan proses yang panjang. Butuh kerendahan hati dan ketaatan.
Penilaian orang pasti ada, tetapi saya mau berespon positif. Teguran dan nasihat yang membangun saya belajar menerimanya, perkataan yang negatif (sampah) saya belajar membuangnya.
Saya bersyukur ada dalam komunitas orang percaya, saya bersyukur Tuhan Yesus mau memakai saya, saya bersyukur teman-teman ada didalam kehidupan saya.
Saya bersyukur ada dalam komunitas orang percaya, saya bersyukur Tuhan Yesus mau memakai saya, saya bersyukur teman-teman ada didalam kehidupan saya.
Tangan Tuhan sudah diulurkan kepada kita, mari kita sama-sama bergerak untuk menyambut uluran tangan Tuhan seperti orang lumpuh itu menyambut tangan Petrus. Pegang erat-erat dan Tuhan tidak akan pernah sekali-kali melepaskan kita.
Respon kita dalam menyambut tangan Tuhan bisa berbeda, ada yang cepat, sedang dan lambat. Apapun respon kita untuk bergerak menyambut tanganNya tetaplah bergerak maju dan Tuhan kita setia menanti tangan kita. Amin Tuhan Yesus memberkati kita semua.
Share from Yanto

Tidak ada komentar:
Posting Komentar